Example floating
Example floating
Sulteng

Peduli Korban Gempa Sigi, Menko Pangan Zulhas Bawa Bantuan 5 Ton Beras

17
×

Peduli Korban Gempa Sigi, Menko Pangan Zulhas Bawa Bantuan 5 Ton Beras

Share this article
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), Membawa Batuan 5 Ton Beras kepada korban gempa bumi di Kabupaten Sigi. Foto: Ramadan
Example 468x60

Sigi, Japrinews.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sigi tahun ini berlangsung penuh makna. Di tengah proses pemulihan masyarakat pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah, Kabupaten Sigi mendapat perhatian langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang hadir membawa bantuan kemanusiaan serta semangat kebangkitan bagi warga terdampak.

Kehadiran Zulhas dalam momentum HUT Kabupaten Sigi disambut hangat oleh masyarakat. Tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap warga yang masih berjuang memulihkan kondisi setelah bencana.

Dalam kesempatan itu, Zulhas menyerahkan bantuan kemanusiaan secara simbolis kepada Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, didampingi Ketua DPD PAN Kabupaten Sigi Ardiansyah, Sekretaris Wilayah PAN Sulawesi Tengah Muhammad Ramadhan Maulana, Ketua Harian DPW PAN Sulawesi Tengah Roni Tanu Saputra, Bupati Donggala Vera Elena Laruni, serta unsur Forkopimda dan Kejaksaan Negeri Sigi.

Bantuan yang disalurkan berupa dana tunai sebesar Rp200 juta, 5 ton beras, 500 sak beras ukuran 5 kilogram, 200 dus mi instan, 200 rak telur, 400 dus air mineral, serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya seperti popok bayi, pembalut, perlengkapan mandi, dan tenda pengungsian.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan warga terdampak gempa.

Dalam sambutannya, Zulhas menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan seluruh elemen bangsa di tengah masyarakat yang mengalami musibah merupakan bentuk tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui aksi nyata.

“Di saat masyarakat menghadapi ujian, yang dibutuhkan bukan hanya empati, tetapi juga kehadiran dan tindakan nyata. Semangat gotong royong adalah kekuatan bangsa kita,” ujar Zulhas.

Ia menambahkan, pemerintah terus berkomitmen memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun penguatan ketahanan pangan.

Kehadiran Menko Pangan di Kabupaten Sigi juga menjadi simbol perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang tengah bangkit dari dampak bencana. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Bagi masyarakat Sigi, momentum HUT ke-18 ini menjadi lebih dari sekadar perayaan. Hari jadi daerah menjadi ruang refleksi bahwa di balik ujian bencana, terdapat kekuatan persatuan, kepedulian, dan harapan untuk bangkit bersama.

Sekretaris Wilayah PAN Sulawesi Tengah, Muhammad Ramadhan Maulana, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen PAN untuk terus hadir bersama masyarakat.

“Politik harus memberikan manfaat dan menghadirkan solusi. Ketika rakyat menghadapi kesulitan, maka sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk hadir membantu. Kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” katanya.

Menurutnya, kehadiran Zulhas bersama jajaran PAN di Sigi bukan hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga membawa pesan moral bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan.

Di tengah kondisi pascabencana, semangat masyarakat Sigi tetap terlihat kuat. Mereka terus menunjukkan keteguhan dan optimisme untuk menata kembali kehidupan serta membangun daerah.

Peringatan HUT Kabupaten Sigi kali ini akhirnya menjadi momentum yang sarat nilai kemanusiaan. Bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta semangat gotong royong masyarakat, Kabupaten Sigi diyakini mampu bangkit lebih cepat, pulih lebih kuat, dan melangkah menuju daerah yang semakin maju, tangguh, dan sejahtera.

Di usia ke-18 tahun, Sigi tidak hanya merayakan perjalanan pembangunan, tetapi juga merayakan harapan, persatuan, dan semangat kebangkitan pascagempa.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *