Tolitoli, Japrinews.id – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Tolitoli resmi meluncurkan Perpustakaan Cita MD KAHMI yang dirangkaikan dengan pengajian bersama di Sekretariat HMI/KAHMI Tolitoli, Sabtu 01/08/2026.
Kehadiran perpustakaan tersebut menjadi tonggak baru dalam penguatan budaya literasi di Kabupaten Tolitoli.
Peluncuran Perpustakaan Cita sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi organisasi alumni HMI di Sulawesi Tengah. MD KAHMI Tolitoli menjadi satu-satunya Majelis Daerah KAHMI di wilayah Sulawesi Tengah yang telah memiliki perpustakaan mandiri sebagai pusat literasi dan pengembangan wawasan kader.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum MD KAHMI Tolitoli Dr. Ir. Hj. Nursidah Kasim, MM, Ketua KPU Tolitoli, Wakil Ketua DPRD Tolitoli, Sekretaris MD KAHMI, para alumni HMI, serta jajaran pengurus dan kader HMI Cabang Tolitoli.
Dalam sambutannya yang diwakili Sekretaris Panitia Pelaksana, Royyan Jamil, dijelaskan bahwa berdirinya perpustakaan merupakan bentuk nyata kepedulian para alumni terhadap keberlangsungan kaderisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui budaya membaca.
Royyan mengatakan seluruh koleksi buku yang tersedia merupakan hasil wakaf pengetahuan dari para alumni kepada kader HMI. Menurutnya, setiap buku yang disumbangkan memiliki nilai edukatif sekaligus menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang senior kepada generasi penerus organisasi.
“Sumbangsih buku-buku ini adalah jalur transfer ilmu pengetahuan dari senior kepada adinda kader. Ini adalah amanah besar, maka tugas kita bersama adalah merawat, menjaga, dan menghidupkan tradisi literasi di rumah peradaban ini,” ujar Royyan Jamil.
Ia juga mengungkapkan, selain koleksi buku, berbagai fasilitas penunjang perpustakaan seperti lemari kaca, meja baca, hingga karpet ruangan dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong dan partisipasi aktif para senior serta tokoh alumni HMI di Tolitoli.
MD KAHMI Tolitoli berharap kehadiran Perpustakaan Cita tidak hanya menjadi ruang membaca, tetapi juga berkembang sebagai pusat diskusi, kajian ilmiah, dan pengembangan gagasan bagi kader HMI maupun masyarakat. Dengan demikian, budaya baca, tulis, dan berdiskusi diharapkan semakin tumbuh untuk melahirkan pemikiran serta karya yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.















