Palu, JapriNews.id – Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menghadiri rapat persiapan pelaksanaan kegiatan retreat bagi seluruh Pejabat Eselon II yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang refleksi dan penguatan karakter guna mendukung peningkatan kualitas kepemimpinan aparatur pemerintahan.
Rapat persiapan digelar di Ruang Polibu Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dan dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Asisten, serta Staf Ahli di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Rapat dibuka dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.
Wakil Gubernur menyampaikan bahwa pelaksanaan retreat diharapkan memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya sebagai sarana evaluasi diri, penguatan komitmen, serta penyelarasan kembali semangat pengabdian dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Retreat ini diharapkan menjadi momentum untuk menenangkan diri dari rutinitas pekerjaan, melakukan refleksi secara mendalam, serta memperkuat nilai kejujuran, tanggung jawab, dan etika kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya ruang refleksi bersama agar setiap pejabat mampu menata kembali cara pandang, sikap, dan langkah kerja secara lebih bijaksana. Kegiatan retreat tersebut juga direncanakan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, yang akan mengikuti rangkaian kegiatan bersama para Pejabat Eselon II.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, M. Sadly Lesnusa, S.Sos., M.Si, menilai kegiatan retreat memiliki nilai strategis dalam membangun aparatur pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, keseimbangan antara kapasitas, karakter, dan komitmen menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berkelanjutan.
Ia berharap suasana kebersamaan dalam retreat dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta menyelaraskan kembali tujuan bersama dalam melayani masyarakat.
“Nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan retreat hendaknya dapat diimplementasikan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, setiap kebijakan dan langkah kerja yang diambil tidak hanya tepat secara administratif, tetapi juga mencerminkan kehati-hatian, kebijaksanaan, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun semangat kebersamaan dan integritas yang semakin kokoh di lingkungan pemerintahan, sehingga mampu mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.***


