Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sulteng

Dukung Petani, Gubernur Sulteng Resmikan Fasilitas Packing House Durian

4
×

Dukung Petani, Gubernur Sulteng Resmikan Fasilitas Packing House Durian

Share this article
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid meresmikan Packing House Durian di Parigi Moutong. Foto: Biro Adpim
Example 468x60

Parigi, Japrinews.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meresmikan langsung packing house PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah karena panitia turut menggelar agenda “Berani Makan Durian 1 Ton” yang melibatkan masyarakat setempat.

Gubernur hadir bersama Ketua TP PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan. Sejumlah pejabat daerah turut mendampingi, di antaranya Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, Ketua DPRD Parimo Alfres Masboy Tonggiroh, Kapolres Parimo AKBP Dr. Hendrawan, serta jajaran kepala OPD Pemprov Sulteng.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran penting sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui dukungan terhadap investasi.

“Kalau usaha tumbuh, lapangan kerja ikut terbuka. Itu yang harus kita dorong bersama,” ujar Anwar Hafid di hadapan masyarakat dan pelaku usaha.

Ia menilai kehadiran packing house ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas durian. Dengan fasilitas tersebut, petani dapat menjual hasil panen dengan harga lebih baik karena telah melalui proses sortir, pengemasan, dan standarisasi.

“Kalau petani menjual sendiri-sendiri, harga sering tidak stabil. Dengan packing house, kualitas terjaga dan pasar lebih jelas,” katanya.

Anwar Hafid juga menyoroti peluang besar pasar ekspor durian, khususnya ke China, yang permintaannya terus meningkat.

“Pasar ekspor itu besar sekali, terutama China. Ini peluang yang harus kita manfaatkan,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pasar ekspor memiliki standar yang ketat. Karena itu, ia meminta petani dan pelaku usaha untuk menjaga kualitas sejak tahap awal produksi.

“Jangan hanya kejar banyaknya. Kualitas harus kita jaga dari bibit, perawatan, sampai panen dan pengemasan,” tegasnya.

Selain peluang, Gubernur juga menyinggung tantangan yang mulai muncul, yakni keterbatasan pasokan durian untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Kita sudah punya fasilitas, tapi produksi harus kita kejar. Jangan sampai industri siap, bahan bakunya justru kurang,” katanya.

Ia pun menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung investasi, termasuk membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan.

“Pemerintah tidak boleh jadi penghambat. Kita harus hadir memberi solusi bagi pelaku usaha dan petani,” ujarnya.

Melalui peresmian ini, Anwar Hafid berharap sektor durian di Sulawesi Tengah semakin berkembang, mampu menembus pasar ekspor, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Parigi Moutong dan sekitarnya. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *