Tolitoli, Japrinews.id – Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat di Kab. Tolitoli, Prov. Sulawesi Tengah Jumat, 27/03/2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi kebangsaan, tetapi juga momentum memperkuat kesadaran akan pentingnya membangun jaringan sosial sebagai fondasi persatuan.
Dalam pemaparannya, Akbar supratman sapaan akrabnya kaka baju hitam menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari upaya memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
“Saya tidak hanya ingin kita memahami Empat Pilar, tetapi juga menyadari bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada kemampuan kita merajut bangunan sosial. Itu adalah modal utama nasionalisme,” ujarnya saat pelaksanaan sosialisasi di Kab. Tolitoli, Prov. Sulawesi Tengan (27/03/26).
Sebagai anggota DPD RI sekaligus pimpinan MPR RI, Akbar menjelaskan bahwa lembaga negara memiliki tanggung jawab untuk terus menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan.
Program sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 yang telah mengalami perubahan. Tujuannya adalah memperluas pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu tokoh masyarakat setempat turut menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap bangsa sebagai bagian dari penguatan identitas nasional.
“Kita harus memiliki rasa persaudaraan yang kuat dan sense of belonging yang tinggi. Semua yang dimiliki bangsa ini—budaya, potensi, dan kekayaan alam—harus kita cintai dan jaga bersama,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberlanjutan bangsa merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga negara.
“Sustainabilitas Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua. Memperkuat pilar kebangsaan adalah investasi untuk masa depan generasi berikutnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Akbar menegaskan bahwa politik tidak boleh terlepas dari nilai-nilai sosial yang hidup di masyarakat.
“Peran saya sebagai anggota DPD dan MPR tidak bisa dilepaskan dari modal sosial. Politik harus berjalan seiring dengan nilai solidaritas, jaringan relawan, dan kekuatan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam dialog bersama peserta, Akbar juga menerima berbagai aspirasi dari sekitar 150 orang yang hadir. Beragam isu disampaikan, mulai dari persoalan sosial hingga pendidikan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, sekaligus membangun bangsa yang berdaya dan berkelanjutan.


















