Example floating
Example floating
Sulteng

Gubernur Anwar Hafid Ultimatum Perusahaan di Job Fair Untad: “Prioritaskan Tenaga Lokal atau Saya Tidak Hadir Lagi!”

26
×

Gubernur Anwar Hafid Ultimatum Perusahaan di Job Fair Untad: “Prioritaskan Tenaga Lokal atau Saya Tidak Hadir Lagi!”

Share this article
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, bersama Rektor Untad, Prof. Dr. Amar saat meninjau langsung salah satu stan perusahaan di Job Job Fair 2025, di Auditorium Untad . Foto: Istimewa
Example 468x60

Palu, Japrinews.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi pengangguran dengan menggelar Job Fair 2025 selama tiga hari di Auditorium Universitas Tadulako (Untad), mulai Senin, 04/08/2025.

Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 2.000 lowongan kerja dari lebih 50 perusahaan nasional dan lokal, yang di sediakan dengan Mengusung tema “Berani Melangkah, Siap Kerja,”

Selanjutnya, dalam kegiatan ini juga menjadi hasil kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulteng, Universitas Tadulako, dan pihak swasta.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, secara tegas membuka acara dengan pernyataan keras yang menggugah perhatian publik.

“Jika yang diterima bukan mayoritas warga lokal, saya tidak akan hadir lagi tahun depan,” tegas Anwar di hadapan hadirin.

Pernyataan itu menyasar langsung pada praktik perusahaan yang selama ini dinilai lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah, terutama di kawasan industri Morowali dan Morowali Utara.

“Jangan biarkan rakyat kita jadi penonton di tanah sendiri. Pengusaha punya tanggung jawab moral,” ujarnya lantang.

Rektor Untad, Prof. Dr. Amar, menyambut baik Job Fair yang juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-44 Untad. Ia menegaskan bahwa kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga generasi siap kerja.

“Kami ingin mahasiswa punya arah karier sejak kuliah, bukan sekadar tamat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng, Arnold Firdaus, menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Sulteng saat ini hanya 3,02 persen terendah ketiga secara nasional. Namun ia mengingatkan bahwa angka ini masih bisa ditekan dengan program konkret dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk transformasi digital, Pemprov Sulteng juga meluncurkan aplikasi SIPEKERJA, sebuah platform berbasis data untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri.

Tak hanya itu, Gubernur Anwar juga menegaskan keberlanjutan program strategis BERANI—khususnya Berani Cerdas dan Berani Bekerja—untuk meningkatkan kualitas SDM dan membuka akses kerja yang lebih luas dan adil.

Job Fair 2025 bukan sekadar agenda tahunan. Dengan ultimatum keras dari Gubernur dan dorongan kolaboratif lintas sektor, acara ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan rekrutmen dan harapan baru bagi tenaga kerja lokal Sulawesi Tengah.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *