Example floating
Example floating
Parlementeria

Buya Subi Festival 2026 Angkat Tenun Lokal ke Panggung Internasional, DPRD Sulteng Dorong Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat

7
×

Buya Subi Festival 2026 Angkat Tenun Lokal ke Panggung Internasional, DPRD Sulteng Dorong Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat

Share this article
Foto: Humas DPRD Sulteng
Example 468x60

Donggala, Japrinews.id – Pesisir Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, berubah menjadi panggung peragaan busana bernuansa internasional dalam gelaran Buya Subi Festival 2026, Selasa 07/07/2026.

Dengan latar panorama matahari terbenam, berbagai karya tenun khas Sulawesi Tengah ditampilkan melalui Sunset Fashion Show yang memadukan budaya, fesyen, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mengusung tema Handmade For The Earth, festival ini menjadi wadah promosi tenun Buya Subi sebagai produk budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mengedepankan konsep fesyen berkelanjutan.

Mewakili Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Mohammad Hidayat Pakamundi, menghadiri langsung kegiatan tersebut. Ia bergabung bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, unsur Forkopimda, serta CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA) yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan eco-fashion berbasis kearifan lokal.

DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi langkah Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng yang berhasil menjalin kolaborasi dengan EFWA. Kerja sama tersebut dinilai membuka peluang besar bagi tenun Buya Subi untuk memasuki pasar internasional sekaligus memperkuat posisi produk lokal dalam industri ekonomi kreatif.

Dalam kesempatan itu, Mohammad Hidayat Pakamundi menegaskan bahwa tenun Buya Subi memiliki potensi besar untuk berkembang apabila dikelola secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Meski demikian, ia mengingatkan agar penyelenggaraan festival tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

“Buya Subi Festival harus mampu menghasilkan dampak nyata, mulai dari lahirnya inovasi, terbukanya peluang investasi, meningkatnya akses pasar bagi produk lokal, hingga memperkenalkan warisan budaya Sulawesi Tengah ke tingkat dunia melalui konsep yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, festival tersebut bukan hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga dapat berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, desainer, perajin, serta mitra internasional diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi berbasis budaya.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Buya Subi Festival sebagai komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam, melestarikan warisan budaya, dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah.

Hidayat optimistis, melalui sinergi yang berkelanjutan, Sulawesi Tengah tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi juga sebagai pusat budaya dan destinasi wisata yang memiliki daya saing di tingkat internasional.

Rangkaian Buya Subi Festival 2026 ditutup dengan Sunset Fashion Show yang menampilkan busana kontemporer berbahan tenun Buya Subi. Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan cendera mata kepada CEO Eco Fashion Week Australia sebagai simbol apresiasi atas terjalinnya kolaborasi internasional tersebut.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *