Example floating
Example floating
Sulteng

Bupati Sigi: Koperasi Merah Putih Jadi Solusi Petani putus pada Tengkulak

52
×

Bupati Sigi: Koperasi Merah Putih Jadi Solusi Petani putus pada Tengkulak

Share this article
Pemerintah Daerah kabupaten Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, hadir dalam Loncing 1.061 titik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Lolu Kabupaten Sigi. Foto: Istimewa
Example 468x60

Sigi, Japrinews.id – Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan langkah strategis untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak dan pemodal, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti peluncuran nasional operasional 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diresmikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Rizal, program ini akan menjadi solusi konkret bagi petani dalam memperoleh akses pembiayaan, kepastian pasar, dan harga jual yang lebih adil.

“Petani kita tidak lagi tergantung pada tengkulak maupun pemodal. Koperasi dapat membiayai petani, lalu hasil panen dibeli kembali dengan harga pasar dan bunga yang sangat kecil,” ujar Rizal.

Saat ini, lanjutnya, terdapat lima unit Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sigi yang telah selesai dibangun 100 persen. Sementara sekitar 56 unit lainnya sedang dalam tahap penyelesaian, sehingga total koperasi yang ditargetkan beroperasi mencapai 60 unit.

“Di Sigi, yang sudah selesai secara fisik ada lima koperasi. Sekitar 56 lainnya sedang dalam proses penyelesaian. Totalnya nanti kurang lebih 60 koperasi,” jelasnya.

Rizal menambahkan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat distribusi dan pembiayaan sektor pertanian.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga akan memperkuat sinergi antara Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar Koperasi Merah Putih dapat menjadi penyuplai utama kebutuhan pangan.

Dengan skema tersebut, petani memiliki kepastian pembeli sebelum masa panen, sehingga dapat fokus pada peningkatan produksi tanpa khawatir terhadap fluktuasi harga.

“Petani cukup menanam, karena sudah jelas siapa pembelinya. Mereka tidak perlu lagi memikirkan ke mana hasil panen akan dijual dan berapa harga yang akan diterima,” tambahnya.

Bupati berharap, model pengelolaan koperasi ini dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di desa, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sigi dan Sulawesi Tengah secara umum.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *