Example floating
Example floating
Sulteng

Delapan Tahun Bencana Pasigala, Bupati Sigi Kita Tidak Pernah Menyerah, Sigi Harus Terus Bangkit

6
×

Delapan Tahun Bencana Pasigala, Bupati Sigi Kita Tidak Pernah Menyerah, Sigi Harus Terus Bangkit

Share this article
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka mengenang delapan tahun peristiwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Kabupaten Sigi. Foto: Istimewa
Example 468x60

Sigi, Japrinews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka mengenang delapan tahun peristiwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Sigi, pada 28 September 2018.

Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Asmaul Husna, Desa Binangga, Kabupaten Sigi, Senin 28/09/2026. Kegiatan dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kabupaten Sigi.

Zikir dan doa bersama tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang para korban yang telah berpulang akibat bencana 28 September 2018, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh masyarakat Sigi untuk mengingat kembali perjalanan daerah tersebut selama delapan tahun pascabencana.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi menyampaikan bahwa peringatan delapan tahun bencana menjadi momentum untuk memperkuat semangat masyarakat agar terus menjaga kesiapsiagaan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

“Sigi tidak pernah menyerah. Sigi terus siaga, terus menjaga, dan terus bangkit. Malam ini bukan hanya sekadar kita berkumpul untuk mengenang saudara-saudara kita yang telah berpulang, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan apa yang telah kita lalui selama delapan tahun terakhir,” ujar Bupati Sigi.

Menurutnya, peristiwa 28 September 2018 telah meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat. Namun, dari peristiwa tersebut, masyarakat Sigi juga belajar mengenai pentingnya kebersamaan, kepedulian, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan memperkuat doa dan ikhtiar agar Kabupaten Sigi senantiasa diberikan perlindungan serta dijauhkan dari berbagai marabahaya dan bencana alam.

“Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar Kabupaten Sigi senantiasa diberikan perlindungan, dijauhkan dari marabahaya dan berbagai bencana. Kita harus tetap bangkit, tetap maju, dan terus bergandengan tangan untuk membangun serta memajukan Kabupaten Sigi,” katanya.

Delapan tahun pascabencana, kata Bupati, Kabupaten Sigi terus melakukan berbagai upaya pemulihan dan pembangunan. Masyarakat secara perlahan kembali menata kehidupan, termasuk membangkitkan sektor ekonomi yang sempat terdampak akibat bencana.

Pemulihan tersebut terlihat dari kembali bergeraknya sektor pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sigi.

“Selama delapan tahun sejak gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi pada 28 September 2018, kita melihat bagaimana Kabupaten Sigi terus bangkit. Ekonomi masyarakat mulai tumbuh kembali, sektor pertanian terus kita dorong, begitu juga dengan UMKM yang menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, proses pemulihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, dan berbagai pihak lainnya menjadi kekuatan penting dalam membangun Sigi.

“Saya pikir ini menjadi sangat penting bagi kita semua masyarakat Kabupaten Sigi. Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Kita sudah melewati banyak hal, dan pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran untuk terus memperkuat ketangguhan daerah serta membangun Sigi yang lebih baik ke depan,” ungkapnya.

Peringatan delapan tahun bencana 28 September tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Melalui doa bersama tersebut, Pemkab Sigi dan masyarakat juga diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta melanjutkan pembangunan demi mewujudkan Kabupaten Sigi yang semakin tangguh, maju, dan sejahtera.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *