Example floating
Example floating
Sulteng

Durian Sulteng Raup Rp871 Miliar, Barantin Siapkan 1.000 UMKM Tembus Pasar Internasional

2
×

Durian Sulteng Raup Rp871 Miliar, Barantin Siapkan 1.000 UMKM Tembus Pasar Internasional

Share this article
Kepala Badan, Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding, Mendorong 1.000 pelaku usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional. Foto: Istimewa
Example 468x60

Palu, Japrinews.id – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong 1.000 pelaku usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan standar produk, ketertelusuran, serta pemenuhan persyaratan ekspor negara tujuan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global yang digelar di Sulawesi Tengah, Senin 28/09/2026.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, mengatakan bahwa potensi komoditas daerah harus diimbangi dengan kesiapan produk agar mampu bersaing di pasar internasional.

Menurutnya, produk ekspor harus memenuhi sejumlah ketentuan, mulai dari standar kesehatan, keamanan, mutu, ketertelusuran, hingga persyaratan teknis yang ditetapkan negara tujuan.

“Transformasi pelaku usaha menuju pasar global harus dimulai dari kesiapan produk. Tidak cukup hanya memiliki komoditas yang potensial, tetapi juga harus mampu memenuhi standar kesehatan, keamanan, mutu, ketertelusuran, serta persyaratan teknis yang ditetapkan negara tujuan ekspor,” ujar Karding.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut merupakan bagian dari transformasi peran Barantin yang tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan hayati atau biosecurity, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu memenuhi persyaratan perdagangan internasional.

Program Gerakan 1.000 Pelaku Usaha ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku ekspor, serta UMKM untuk membangun ekosistem ekspor yang terintegrasi sejak tahap produksi.

Potensi ekspor Sulawesi Tengah tercermin dari kinerja sejumlah komoditas unggulan yang telah menembus pasar internasional, terutama durian yang menjadi salah satu komoditas andalan daerah.

Berdasarkan data BEST TRUST Barantin, hingga Agustus 2026, ekspor durian Sulawesi Tengah ke Tiongkok mencapai 8.377 ton dengan nilai sekitar Rp871 miliar.

Selain durian, sektor perikanan juga mencatatkan kinerja ekspor. Kepiting bakau tercatat sebanyak 9.438 ekor dengan nilai sekitar Rp829,4 juta. Sementara itu, ekspor kerang darah mencapai 65.530 kilogram senilai sekitar Rp1,6 miliar, sedangkan tuna sebanyak 25.739 kilogram dengan nilai sekitar Rp2,06 miliar.

Sejumlah komoditas lainnya yang telah memasuki pasar internasional antara lain kelapa bulat dan sidat hidup.

Karding menegaskan, besarnya potensi komoditas tersebut perlu didukung sistem perkarantinaan yang mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha tanpa mengabaikan aspek perlindungan kesehatan dan keamanan hayati.

Ia menilai pelayanan karantina yang cepat, efisien, transparan, dan akuntabel menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran perdagangan sekaligus memperluas akses pasar bagi produk daerah.

“Kepatuhan terhadap ketentuan karantina memastikan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produknya berlangsung secara legal, aman, serta memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan hayati,” katanya.

Untuk memperluas peluang ekspor, Barantin juga melakukan diplomasi teknis dengan otoritas negara mitra guna menyelaraskan persyaratan sanitari dan fitosanitari, sertifikasi, ketertelusuran, serta protokol ekspor.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pembukaan akses ekspor langsung durian beku Indonesia ke Tiongkok melalui penandatanganan Protokol Ekspor Durian Beku Indonesia ke Tiongkok pada 25 Mei 2025.

Menurut Karding, pemenuhan persyaratan teknis melalui kerja sama antarnegara menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar bagi komoditas Indonesia.

Di sisi lain, Sulawesi Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah yang dicantumkan dalam bahan Barantin, sektor tersebut berkontribusi sebesar 16,36 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah pada 2025.

Adapun PDRB Sulawesi Tengah atas dasar harga berlaku pada tahun yang sama tercatat mencapai Rp415,48 triliun.

Melalui Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM Menuju Pasar Global, Barantin berharap semakin banyak pelaku usaha di Sulawesi Tengah mampu meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar internasional, dan memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai negara.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *