Example floating
Example floating
Parlementeria
8
×

Share this article
Anggota DPRD Sulteng Hadir penanaman bawang putih secara serentak yang dipusatkan di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi. Foto: Istimewa
Example 468x60

Penanaman Bawang Putih Serentak di Sigi, DPRD Sulteng Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

Sigi, 19 Agustus 2026 — Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah terus didorong melalui pengembangan komoditas pertanian strategis. Salah satunya dilakukan melalui penanaman bawang putih secara serentak yang dipusatkan di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Selasa (19/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Bartholomeus Tandigala, S.H., CES, bersama Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri Sulaeman, S.I.K., M.H., Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., jajaran Forkopimda Sulawesi Tengah, Camat Sigi Kota, para kepala desa, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Penanaman bawang putih yang juga diikuti secara hybrid melalui Zoom Meeting itu merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mengoptimalkan potensi pertanian daerah dan meningkatkan kemandirian pangan.

Bartholomeus Tandigala menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan bawang putih tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi harus disertai dukungan berkelanjutan kepada petani dari proses budidaya hingga pemasaran.

“Penanaman bawang putih serentak ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan. Namun, yang paling penting adalah memastikan keberlanjutannya. Petani harus mendapatkan dukungan secara menyeluruh, mulai dari benih berkualitas, teknologi budidaya, pendampingan, sarana produksi, hingga akses pasar,” ujarnya.

Ia menilai Sigi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra hortikultura di Sulawesi Tengah. Karena itu, pengelolaan sektor pertanian perlu diarahkan pada pola yang lebih modern, inovatif dan produktif agar mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pertanian bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana hasil pertanian mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani,” katanya.

Bartholomeus juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, pemerintah, petani, pemerintah desa, pelaku usaha, akademisi hingga pemangku kepentingan lainnya perlu membangun kolaborasi agar program pertanian dapat berjalan secara konsisten.

Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan bawang putih dinilai memiliki peluang membuka aktivitas ekonomi baru di wilayah pedesaan. Peningkatan produksi yang dibarengi dengan penguatan rantai pasok, pengolahan dan pemasaran diyakini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas kesempatan usaha masyarakat.

“Swasembada pangan adalah agenda bersama. Dari Desa Oloboju, kita ingin membangun semangat dan optimisme bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap kemandirian pangan Indonesia,” tegasnya.

Sebagai Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Bartholomeus berharap sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Ia menilai koordinasi lintas sektor menjadi salah satu kunci agar pengembangan pertanian memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia pun berharap kegiatan penanaman bawang putih serentak tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal dari pengembangan komoditas bawang putih yang berkelanjutan.

“Kita berharap gerakan ini menjadi awal dari pengembangan bawang putih yang modern, produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat,” pungkasnya.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *