Palu, Japrinews.id — Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional, Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Palu menggelar aksi mimbar bebas di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Senin 10/11/2025.
Dalam aksi tersebut, Ketua Umum HMI MPO Cabang Palu, Ahmad Rahim, menyatakan sikap tegas menolak penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia yang disahkan pada tanggal yang sama.
“Kami, Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Palu, dengan kesadaran penuh menolak Soeharto sebagai Pahlawan Nasional,” tegas Ahmad Rahim dalam orasinya.
Menurut Ahmad, penolakan tersebut memiliki dasar historis dan moral yang kuat. Ia menyinggung peristiwa tahun 1986, ketika Ketua PB HMI saat itu, Hary Azhar Aziz, diculik dan diintimidasi oleh rezim Orde Baru agar menandatangani penerimaan asas tunggal Pancasila. Tekanan politik itu, kata Ahmad, memicu perpecahan organisasi menjadi HMI MPO dan HMI DIPO.
“Kami, HMI MPO, adalah anak haram Orde Baru yang selalu diintimidasi, diperlakukan seperti kriminal di negeri sendiri. Namun sampai hari ini semangat perjuangan kami tidak pernah padam untuk melawan segala bentuk kezaliman dan kesewenang-wenangan penguasa,” ujarnya.
Ahmad juga menilai bahwa selama 32 tahun berkuasa, rezim Soeharto telah menimbulkan penderitaan panjang bagi rakyat Indonesia. Ia menyinggung berbagai pelanggaran HAM, penculikan aktivis, pembatasan kebebasan berpendapat, hingga pelarangan buku-buku yang mencerdaskan rakyat.
“Bagaimana mungkin seorang penindas yang membungkam rakyat dan membodohkan bangsa justru diangkat menjadi pahlawan?” ucapnya.
Di akhir orasinya, Ahmad menegaskan bahwa HMI MPO Cabang Palu menolak keras gelar tersebut dan menyerukan agar pemerintah meninjau kembali keputusan penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, dengan mempertimbangkan rekam jejak dan dampak kekuasaannya terhadap kehidupan bangsa.***


