Donggala, Japrinews.id – Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menempatkan sektor pertanian sebagai fokus utama dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyampaikan bahwa selain pertanian, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan sebagai pilar pembangunan daerah.
Salah satu wilayah yang dinilai memiliki potensi besar adalah Kecamatan Sojol. Kawasan ini disebut memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan di Kabupaten Donggala.
“Di Desa Siboang, luas sawah mencapai 753,8 hektare dengan produktivitas sekitar empat hingga lima ton per hektare,” ujar Vera, dikutip media Antara Sulteng Sabtu 18/04/2026.
Secara keseluruhan, luas lahan persawahan di Kecamatan Sojol mencapai 2.633,49 hektare dengan kapasitas produksi sekitar 13.167 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.467 hektare saat ini tengah memasuki masa panen dengan estimasi produksi mencapai 2.445 ton beras.
Namun demikian, Vera mengakui sektor pertanian di Donggala masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data Survei Ekonomi Pertanian tahun 2024, luas lahan pertanian di daerah tersebut mengalami penyusutan hingga 14,65 persen.
Selain itu, lebih dari separuh petani masih mengalami kendala dalam mengakses sarana produksi, termasuk distribusi pupuk bersubsidi yang belum merata.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah mendorong perlindungan lahan pertanian produktif, memperbaiki distribusi sarana produksi, serta mengembangkan hilirisasi hasil pertanian hingga ke tingkat desa.
“Ke depan, kami berharap sektor pertanian mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar, tidak hanya untuk ketahanan pangan daerah tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Donggala,” tandasnya.



















