Palu, Japrinews.id – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Palu menggelar aksi mimbar bebas di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasional.
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (PTH) HMI MPO Cabang Palu, Nur Alamsyah, menyatakan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk konsistensi organisasi dalam menolak upaya melupakan sejarah kelam bangsa.
“Aksi ini adalah refleksi dan perlawanan atas tindakan rezim yang dulu pernah memecah HMI. Kami menegaskan, HMI MPO Cabang Palu tidak mengakui Soeharto sebagai pahlawan nasional Republik Indonesia,” tegas Alamsyah dalam orasinya Pada Senin, 10/11/2025.
Ia menilai, keputusan pemerintah mengangkat Soeharto sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk kecacatan sejarah dan pelecehan terhadap nilai-nilai demokrasi.
“Bagaimana mungkin seorang tokoh yang otoriter, korup, dan semena-mena bisa disebut pahlawan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Alamsyah menegaskan bahwa bila pemerintah terus bertindak sewenang-wenang dan tidak berpihak kepada rakyat, maka semangat reformasi 1998 akan kembali menjadi motivasi bagi HMI MPO untuk membela kaum tertindas.


