21.5 C
Indonesia
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Desak Investigasi Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SMA Negeri 5 Palu

Palu, Japrinews.id – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulawesi Tengah (Sulteng), Hidayat Pakamundi, menanggapi aksi unjuk rasa puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu yang menuntut transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Senin,15/09/2025.

Para siswa sebelumnya memprotes dugaan tidak transparannya dana BOS, khususnya dalam pos anggaran kegiatan ekstrakurikuler. Mereka mempertanyakan alokasi sebesar Rp198 juta yang tercatat dalam laporan anggaran, namun dinilai tidak pernah digunakan untuk mendukung aktivitas siswa.

Menanggapi hal itu, Hidayat menegaskan bahwa jika terbukti ada penyalahgunaan atau penyaluran dana yang tidak sesuai aturan, maka kepala sekolah harus diberikan sanksi tegas.

“Kalau memang kepala sekolah melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan, tentu harus ditindak. Apa yang dilakukan anak-anak itu benar adanya kalau memang ada bukti,” ujarnya saat diwawancarai TribunPalu.com melalui sambungan telepon, Senin (15/9/2025) siang.

Meski demikian, ia mengingatkan agar aksi demonstrasi tidak dilakukan tanpa dasar yang jelas.
“Kalau tidak ada buktinya, ya sebaiknya jangan sampai dilakukan demonstrasi. Kita menyayangkan hal itu jika tidak didasari fakta,” tegasnya.

Hidayat juga menekankan pentingnya langkah investigasi untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut. Pihaknya akan mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah segera turun tangan.

“Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng harus segera turun melakukan investigasi ke SMA 5. Nanti kalau datanya sudah ada, saya akan sampaikan ke kepala dinas agar mereka melakukan investigasi faktual di lapangan. Dengan begitu, kita bisa tahu perkara sebenarnya,” jelasnya.

Dalam aksi sebelumnya, Kepala SMA Negeri 5 Palu, Salim, memberi penjelasan bahwa belum tersalurnya dana BOS disebabkan pencairan anggaran beberapa bulan terakhir belum dilakukan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng, Asrul Achmad, menyatakan pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengumpulkan informasi dari berbagai pihak terkait sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles