21.5 C
Indonesia
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

Menkes Resmikan Operasi Bedah Jantung Terbuka Perdana di RSUD Undata, Sulteng Tak Lagi Bergantung ke Daerah Lain

Palu, Japrinews.id – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin meresmikan pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu, Jumat, 02/08/2024. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pelayanan kesehatan Sulawesi Tengah.

“Saat saya mulai menjabat, hanya ada sembilan provinsi yang punya layanan bedah jantung terbuka. Hari ini, Sulawesi Tengah menjadi yang ke-27. Ini adalah lompatan luar biasa,” ujar Budi Gunadi.

Operasi perdana ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara tim medis RSUD Undata, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, serta RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Budi menegaskan bahwa jantung adalah penyakit mematikan kedua di Indonesia setelah stroke, dengan korban jiwa mencapai 275 ribu orang per tahun.

“Setiap RS provinsi wajib mampu melakukan tiga jenis bedah jantung: bedah terbuka dasar, bypass, dan bedah jantung anak. Kita tidak bisa lagi bergantung pada rumah sakit di kota besar,” tegasnya.

Menkes juga menyinggung kondisi miris soal anak dengan kelainan jantung bawaan. Dari sekitar 12 ribu bayi lahir setiap tahun, hanya 6.000 yang sempat dioperasi. Sisanya meninggal bukan karena penyakitnya tak bisa ditangani, tapi karena keterbatasan tenaga medis dan fasilitas.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, dengan tegas menyatakan bahwa keberhasilan operasi perdana ini tak lepas dari intervensi langsung Pemerintah Provinsi.

“Sejak 20 Februari 2025, kami kawal penuh proses ini. Saya sendiri turun langsung memastikan pembangunan ruang operasi, mengejar alat medis, bahkan bersiap memutus kerja sama dengan BPJS kalau tak segera dukung layanan,” tegasnya.

Reny menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi warga Sulteng yang terpaksa keluar daerah hanya karena fasilitas medis belum tersedia.

“Mulai hari ini, semua tindakan medis harus bisa dilakukan di rumah sakit kita sendiri. Kami tak mau warga kehilangan nyawa hanya karena ketiadaan dokter atau alat,” katanya.

Ke depan, Pemprov Sulteng akan memfokuskan pembenahan layanan stroke, kanker, dan neonatal, termasuk pembangunan gedung baru dan pengadaan peralatan canggih sebagai bentuk komitmen meningkatkan layanan kesehatan daerah.

Peresmian layanan bedah jantung terbuka ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga simbol kemandirian dan keseriusan pemerintah daerah menjamin hak dasar warga: pelayanan kesehatan layak dan setara.

Dengan langkah berani, Sulteng membuktikan diri bisa bangkit dari ketertinggalan layanan medis – bahkan siap bersaing dengan provinsi besar lain.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles