Palu, JapriNews.id – Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, anggota DPRD Kota Palu Ratna Mayasari Agan menggelar kegiatan reses Caturwulan II tahun 2025 di jalan Elang, Kelurahan Birobuli Utara, kota Palu.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah isu pendidikan alternatif bagi masyarakat tidak mampu, termasuk promosi program Sekolah Rakyat oleh Dinas Sosial Kota Palu.
Dalam kesempatan itu, masyarakat Birobuli Utara Ibu Helminawati menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari bantuan pendidikan yang dinilai tidak tepat sasaran hingga terbatasnya akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial Kota Palu yang turut hadir dalam kegiatan itu memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan kembali program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan nonformal yang diperuntukkan bagi anak-anak yang terancam putus sekolah karena alasan ekonomi atau sosial.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak-anak di Kota Palu yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena keterbatasan biaya. Sekolah Rakyat hadir dari Program bapak Presiden Prabowo yang baru saja dilaunching secara serentak tadi sore, untuk sebagai solusi anak-anak yang kurang mampu dapat membutuhkannya.,” ujar Christian perwakilan dari Dinas Sosial, Senin Malam, 14/07/2025.
Anggota DPRD Kota Palu, Ratna Mayasari Agan, menyambut baik program ini dan mendorong kolaborasi antara pemerintah kota, DPRD, serta masyarakat dalam memperkuat akses pendidikan alternatif di wilayah-wilayah rawan.
“Kami di DPRD akan terus mendorong anggaran dan kebijakan yang mendukung program-program seperti Sekolah Rakyat ini, karena ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkap Ratna.
Warga yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap sosialisasi yang dilakukan, namun berharap ke depan pelaksanaan dan informasi terkait Sekolah Rakyat lebih massif dan menjangkau seluruh kelurahan di Kota Palu.
Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi jembatan bagi generasi muda Palu untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak, meski dalam kondisi sosial-ekonomi yang terbatas.


