Donggala, Japrinews.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Donggala sejak Selasa siang hingga sore hari menyebabkan banjir bandang yang melanda Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea. Desa tersebut menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah dalam peristiwa ini.
Banjir bandang yang disertai lumpur dan material kayu menerjang pemukiman warga, rumah ibadah, serta fasilitas pendidikan. Sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah. Hingga malam hari, warga masih berjibaku mencari anggota keluarga yang belum ditemukan.
“Kita belum tahu apakah ada korban jiwa atau tidak. Dari sore tadi, beberapa warga masih mencari keluarganya. Saat ini kami tetap bertahan di rumah karena khawatir terjadi banjir susulan,” ujar Rio, warga Desa Wombo, saat dihubungi Selasa malam.
Salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak adalah SMP Negeri 2 Tanantovea yang berlokasi di Desa Wombo. Dalam sebuah video yang dikirim oleh Kepala Sekolah Ahmad Hitler, S.Pd., M.Si., terlihat sejumlah ruangan sekolah terendam lumpur serta dipenuhi kayu dan puing-puing yang terbawa banjir.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa di lingkungan sekolah. Namun, tiga ruang kelas dan ruang kantor mengalami kerusakan. Kami sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, terutama dari Pemerintah Kabupaten Donggala dan Dinas Pekerjaan Umum, untuk membersihkan lingkungan sekolah,” ungkap Ahmad Hitler dalam pernyataannya.
Ia juga mengimbau adanya dukungan baik moril maupun materil dari berbagai pihak, serta berharap musibah ini dapat segera berlalu.
“Kami mohon doa dan perhatian dari semua pihak, agar kondisi bisa segera pulih dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih terus melakukan pencarian anggota keluarga dan pembersihan rumah masing-masing dari lumpur dan material yang terbawa banjir.***


