Example floating
Example floating
Parlementeria

Bunda Wiwik Soroti Tingginya Perceraian, Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga di Sulteng

7
×

Bunda Wiwik Soroti Tingginya Perceraian, Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga di Sulteng

Share this article
Ketua fraksi PKS Hj.Wikwik Jumatul Rofiah. Foto: Humas PKS Sulteng.
Example 468x60

Palu, Japrinews.id — Tingginya angka perceraian menjadi perhatian, Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, Menilai, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Bunda Wiwik saat menjadi pemateri dalam kegiatan silaturahim pengurus Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) PKS se-Sulawesi Tengah, Sabtu 29/08/2026.

Kegiatan tersebut juga dihadiri dua pengurus Bipeka Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.

Dalam kesempatan itu, Bunda Wiwik memaparkan bahwa ketahanan keluarga menghadapi beragam tantangan yang berkaitan dengan persoalan sosial di tengah masyarakat. Salah satu yang mendapat sorotan adalah pernikahan usia muda yang terjadi akibat kehamilan di luar pernikahan.

Ia menjelaskan, keputusan menikah dalam kondisi tersebut tidak selalu diikuti kesiapan pasangan dalam menghadapi kehidupan rumah tangga. Ketidaksiapan dari sisi mental, emosional, maupun tanggung jawab sebagai suami dan istri dapat memicu konflik setelah pernikahan berlangsung.

“Banyak anak muda yang akhirnya menikah karena sudah terjadi kehamilan di luar nikah. Setelah menikah dan anak lahir, muncul berbagai persoalan, terjadi cekcok, kemudian berujung pada perceraian,” kata Bunda Wiwik dalam pemaparannya.

Menurutnya, persoalan perceraian perlu dilihat secara lebih luas karena dampaknya tidak berhenti pada hubungan pasangan. Anak juga dapat menjadi pihak yang ikut merasakan dampak dari konflik dan perpisahan orang tuanya, terutama terhadap proses tumbuh kembang serta masa depannya.

Karena itu, ia menilai upaya memperkuat ketahanan keluarga harus dilakukan sejak seseorang belum memasuki jenjang pernikahan. Generasi muda perlu mendapatkan pemahaman mengenai kesiapan membangun rumah tangga, pembagian tanggung jawab, komunikasi antara pasangan, penyelesaian konflik, hingga pola pengasuhan anak.

“Ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama. Keluarga yang kuat merupakan pondasi penting untuk melahirkan generasi yang berkualitas sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial,” ujarnya.

Bunda Wiwik juga menekankan bahwa pembinaan keluarga seharusnya tidak bersifat reaktif atau baru dilakukan ketika persoalan rumah tangga telah muncul. Menurutnya, edukasi dan pendampingan perlu diberikan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ia kemudian menilai Bipeka PKS memiliki posisi strategis untuk ikut mengambil bagian dalam penguatan keluarga. Peran tersebut dapat dilakukan melalui edukasi, pendampingan, serta membangun kesadaran di kalangan generasi muda mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum membangun kehidupan berkeluarga.

Dengan penguatan tersebut, ketahanan keluarga diharapkan tidak hanya menjadi upaya untuk menekan angka perceraian, tetapi juga menjadi bagian dari investasi sosial dalam membentuk keluarga yang harmonis dan melahirkan generasi yang lebih berkualitas.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *