Example floating
Example floating
Parlementeria

Karhutla Ancam Pertanian, DPRD Sulteng Dorong Penguatan Irigasi dan Kesiapsiagaan

6
×

Karhutla Ancam Pertanian, DPRD Sulteng Dorong Penguatan Irigasi dan Kesiapsiagaan

Share this article
Wakil ketua komisi III DPRD Sulteng, Zainal Abidin Ishak. Foto: Istimewa
Example 468x60

Palu, Japrinews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah menjadi perhatian DPRD Sulteng. Selain berpotensi merusak lingkungan, karhutla juga dapat mengganggu lahan pertanian serta menghambat upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulteng, H. Zainal Abidin Ishak, mengatakan potensi kebakaran sebenarnya telah diantisipasi sejak awal. Namun, kondisi cuaca yang cenderung kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

“Kalau kami sebenarnya, kejadian-kejadian itu dari awal sudah kita antisipasi bahwa kebakaran-kebakaran itu harus diantisipasi,” kata Zainal, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan fasilitas pemadaman dalam kondisi siap digunakan. Hal itu penting agar kebakaran yang terjadi dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Kalau terjadi kejadian alam seperti itu, berarti ada kelalaian manusia. Oleh karena itu, fasilitas daerah harus dipersiapkan untuk pemadaman,” ujarnya.

Di sisi lain, Zainal menilai penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, juga menjadi langkah penting menghadapi ancaman kekeringan. Kondisi irigasi yang tidak optimal dapat berdampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian.

“Nah, makanya itu kita harus mengantisipasi. Irigasi kita harus memperbaiki dan lain sebagainya,” katanya.

Komisi III DPRD Sulteng, lanjut Zainal, terus mendorong Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan perbaikan terhadap jaringan irigasi yang kondisinya sudah tidak optimal.

Ia menyebut tingkat produksi pertanian saat ini rata-rata masih berada di kisaran 60 persen. Menurutnya, angka tersebut masih perlu ditingkatkan guna mendukung target ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.

“Kita berharap bisa naik sampai 80 persen. Maka harus ada pembiayaan, rehab-rehab irigasi kembali,” ujarnya.

Zainal menegaskan, perbaikan irigasi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadapi dampak kekeringan yang berpotensi memperbesar risiko kebakaran lahan.

Selain pembenahan infrastruktur pertanian, DPRD Sulteng juga mendorong pemerintah daerah memperkuat fasilitas serta kesiapan penanganan karhutla. Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, kebakaran diharapkan dapat ditangani secara cepat sehingga tidak meluas dan mengganggu lahan pertanian maupun aktivitas masyarakat.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *