Palu, Japrinews.id — Warga Kelurahan Birobuli Selatan, Kota Palu, menyoroti minimnya lapangan pekerjaan serta belum terealisasinya pembangunan pusat perbelanjaan (mal) yang dinilai dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Aspirasi tersebut disampaikan Ketua RW 03 Kelurahan Birobuli Selatan dalam kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) Caturwulan II Masa Sidang Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra, di Jalan Anoa, Kota Palu, Selasa 18/08/2026.
Dalam penyampaiannya, Ketua RW 03 berharap pemerintah dapat mendorong pengembangan usaha yang memiliki potensi menjadi sumber pendapatan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Ia menilai, minimnya aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja di wilayah tersebut berpotensi memicu persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Adanya konflik karena kesalahpahaman, mudah-mudahan saya salah, Pak. Tetapi menurut saya, hal itu terjadi karena tidak adanya kegiatan warga di wilayah ini, di mana kurangnya lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Selain persoalan lapangan kerja, ia mempertanyakan rencana pembangunan pusat perbelanjaan atau mall yang hingga kini belum terealisasi. Padahal, pembangunan tersebut sebelumnya diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Kota Palu, khususnya warga di sekitar.
Menurutnya, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Palu. Ia meminta penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan pembangunan mall belum dapat dilaksanakan, apakah berkaitan dengan investor maupun faktor lainnya.
“Ini setiap pertemuan reses Pak Armin selalu juga saya sampaikan. Kenapa mall itu tidak bisa dibangun? Mungkin kurangnya investor atau bagaimana. Kita lihat yang dilakukan Pak Wali Kota sekarang terus melakukan pembangunan. Kenapa tidak dibuka lapangan pekerjaan baru yang bisa menjadi sumber pekerjaan bagi masyarakat?” katanya.
Ia menilai pembangunan di Kota Palu seharusnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan perekonomian dan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang membongkar sejumlah fasilitas yang dinilai masih layak digunakan untuk kemudian dibangun kembali.
“Taman GOR dibongkar, masih bagus, dibongkar lagi. Kenapa seperti itu? Apalagi Pak Nendra sampaikan tadi bahwa PAD Kota Palu sudah meningkat. Kenapa tidak disisipkan pembangunan Mall Tatura dulu yang dapat membuka lapangan pekerjaan?” ujarnya.
Ia berharap aspirasi tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Palu dan Pemerintah Kota Palu dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan.
Aspirasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan DPRD Kota Palu dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui kebijakan dan program pembangunan daerah.


















