Example floating
Example floating
Parlementeria

Pelemahan Rupiah, Marlela Dorong Penguatan Struktur Ekonomi Nasional

6
×

Pelemahan Rupiah, Marlela Dorong Penguatan Struktur Ekonomi Nasional

Share this article
Anggota Komisi II DPRD Sulawesi Tengah, Dra. Marlela, M.Si., saat menjadi narasumber utama dalam forum kajian interaktif bertajuk “Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Krisis Kepercayaan Pasar atau Dampak Struktur Ekonomi Nasional?” Foto: Istimewa
Example 468x60

Palu, Japrinews.id — Pelemahan nilai tukar rupiah tidak dapat dilihat hanya dari perspektif krisis kepercayaan pasar. Sejumlah persoalan fundamental dan struktural ekonomi nasional turut menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian serius.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Sulawesi Tengah, Dra. Marlela, M.Si., saat menjadi narasumber utama dalam forum kajian interaktif bertajuk Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Krisis Kepercayaan Pasar atau Dampak Struktur Ekonomi Nasional? yang berlangsung di Smart Class Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD), Sabtu 15/08/2026.

Forum tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Mithacul Choiri, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNTAD, para dosen, serta mahasiswa dari sejumlah fakultas di lingkungan Universitas Tadulako.

Dalam forum akademik itu, Marlela menguraikan berbagai faktor yang memengaruhi dinamika nilai tukar rupiah. Ia menyebut pergerakan kurs merupakan persoalan kompleks yang dipengaruhi kondisi ekonomi domestik maupun perkembangan ekonomi global.

Menurutnya, kinerja perdagangan nasional, arus modal asing, kebijakan fiskal dan moneter, hingga perubahan kondisi perekonomian dunia memiliki keterkaitan terhadap stabilitas nilai tukar.

“Pelemahan rupiah perlu dilihat secara komprehensif. Kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan bahwa kondisi ini semata-mata disebabkan oleh krisis kepercayaan pasar. Ada faktor fundamental dan struktural ekonomi yang juga harus menjadi perhatian,” ujar Marlela.

Ia menilai penguatan fondasi ekonomi nasional harus menjadi agenda bersama. Peningkatan produktivitas, penguatan industri domestik, percepatan hilirisasi, serta peningkatan nilai tambah komoditas dinilai penting untuk memperkuat daya saing Indonesia.

Selain itu, peningkatan kualitas dan daya saing produk ekspor juga menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat posisi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Marlela juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap kebijakan pemerintah tidak kalah penting. Menurutnya, komunikasi kebijakan yang terbuka, konsisten, serta regulasi yang stabil dapat membantu menjaga ekspektasi pelaku pasar dan investor.

“Yang paling penting adalah bagaimana menjaga kepercayaan sekaligus memperbaiki fundamental ekonomi. Stabilitas rupiah pada akhirnya harus ditopang oleh struktur ekonomi nasional yang kuat, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Ia berharap forum yang mempertemukan unsur legislatif, akademisi, Bank Indonesia, dosen, dan mahasiswa tersebut dapat menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai berbagai tantangan ekonomi nasional.

DPRD Sulawesi Tengah juga mendorong perguruan tinggi untuk terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dan legislatif dalam menghadirkan kajian serta gagasan konstruktif, sekaligus meningkatkan literasi ekonomi masyarakat.

Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan lembaga legislatif dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi dinamika perekonomian global yang semakin kompleks.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *