Palu, Japrinews.id – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dhandy Adhi Prabowo, mewakili Ketua DPRD Sulteng menghadiri jamuan makan malam dalam rangka menyambut kedatangan Duta Besar Rusia di Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Mohammad Yamin, Kota Palu, Selasa (20/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Dhandy menyampaikan apresiasi atas kunjungan Duta Besar Rusia ke Sulawesi Tengah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah sekaligus membuka ruang komunikasi dan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
Ia berharap, pertemuan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan baik antara Indonesia dan Rusia, serta mendorong peluang kerja sama di berbagai sektor yang menjadi kepentingan bersama.
Sebagai daerah yang memiliki beragam potensi sumber daya alam, pertanian, perikanan, pariwisata, dan investasi, Sulawesi Tengah dinilai memiliki ruang untuk menjalin kolaborasi dengan mitra internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut Dhandy, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi diplomatik, tetapi juga berpotensi membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya di bidang investasi, pendidikan, teknologi kesehatan, dan energi.
“Ini merupakan momentum penting dan positif bagi Sulawesi Tengah. Kita mengetahui bahwa salah satu tujuan utama kunjungan Duta Besar Rusia ke Sulawesi Tengah adalah terkait investasi dan pendidikan,” ujar Dhandy.
Ia menjelaskan, peluang kerja sama di bidang pendidikan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah. Sementara itu, di sektor kesehatan, pengenalan perusahaan-perusahaan Rusia yang memiliki teknologi dan peralatan medis diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan teknologi kesehatan.
Selain investasi, pendidikan, dan teknologi kesehatan, Dhandy turut menyoroti sektor energi, khususnya kebutuhan pasokan listrik yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan industri.
Ia menyebutkan bahwa Sulawesi Tengah masih menghadapi persoalan defisit listrik yang diperkirakan mencapai 160 megawatt. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar kebutuhan energi dapat terpenuhi seiring dengan perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi di daerah.
Dalam konteks tersebut, ia menilai peluang pertukaran informasi dan pengenalan teknologi energi dari Rusia dapat menjadi salah satu hal yang dijajaki, termasuk teknologi pembangkit listrik sebagaimana pemaparan dari salah satu perusahaan pembangkit listrik milik negara Rusia tersebut
Meski demikian, setiap peluang kerja sama di sektor energi perlu dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kelayakan teknis dan ekonomi, dampak lingkungan, regulasi, serta kebutuhan energi Sulawesi Tengah.
Dhandy berharap, peluang kerja sama yang dijajaki melalui kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk pembahasan yang lebih konkret antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak-pihak terkait.
Dhandy juga menegaskan, hubungan baik yang terjalin melalui kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kita, kunjungan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan komunikasi dan pembahasan yang lebih konkret, sehingga peluang kerja sama yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” harapnya


















