Example floating
Example floating
Parlementeria

Komisi III DPRD Sulteng Soroti Kelangkaan BBM di Sejumlah Wilayah

6
×

Komisi III DPRD Sulteng Soroti Kelangkaan BBM di Sejumlah Wilayah

Share this article
Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Musliman, saat di temui oleh Wartawan terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah menjadi perhatian Foto: Istimewa
Example 468x60

Palu, Japrinews.id — Persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah menjadi perhatian Komisi III DPRD Sulteng. Dewan menilai kelancaran distribusi BBM perlu dijaga karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi.

Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Musliman, mengatakan persoalan ketersediaan BBM ditemukan saat pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan jalan provinsi di sejumlah daerah.

Musliman menjelaskan, Komisi III belum melakukan pengawasan secara khusus terkait praktik pengisian BBM menggunakan jeriken di sejumlah pangkalan maupun SPBU.

“Kalau Komisi III belum mengawasi hal seperti itu sampai ke sana. Kami kemarin bertugas hampir satu minggu untuk melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan jalan provinsi di Sulawesi Tengah. Dalam perjalanan, kami juga menemukan beberapa SPBU. Ini berkaitan dengan persoalan yang ditanyakan,” kata Musliman, Rabu 16/09/2026.

Menurutnya, kelangkaan BBM tidak terlepas dari persoalan pembagian kuota dan distribusi dari Pertamina. Perubahan pola pengadaan dan penggunaan bahan bakar juga dinilai turut memengaruhi kelancaran distribusi.

Ia menyebut pemerintah saat ini mendorong penggunaan bahan bakar berbasis biodiesel sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor. Pengembangan tersebut juga berkaitan dengan pemanfaatan bahan baku kelapa sawit dalam negeri.

Musliman mengatakan pengembangan B50 menjadi salah satu bagian dari perubahan pola penggunaan bahan bakar. Program tersebut masih dalam tahap pengembangan sehingga ketersediaan produksi perlu dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, perubahan pola bisnis, manajemen, serta kebijakan pengadaan bahan bakar juga disebut dapat memengaruhi distribusi BBM. Karena itu, ia berharap proses pembaruan kebijakan dan manajemen tidak sampai mengganggu kebutuhan masyarakat.

“Kami sudah menyampaikan itu melalui gubernur untuk meminta pressure, supaya manajemennya juga bukan manajemen yang menghambat. Harus ada pembagian yang kontinu karena ini menjadi kebutuhan vital masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Musliman menegaskan, ketersediaan BBM bersubsidi, khususnya solar, memiliki kaitan erat dengan aktivitas masyarakat dan sektor transportasi. Solar digunakan untuk berbagai kebutuhan pengangkutan, termasuk kendaraan angkutan barang dan kontainer.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *