Example floating
Example floating
Nasional

BNPB Perkuat Penanganan Karhutla, 1.842 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

6
×

BNPB Perkuat Penanganan Karhutla, 1.842 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Share this article
Foto: Istimewa
Example 468x60

Kalimantan,— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Pemantauan titik panas dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan potensi karhutla dan menentukan langkah penanganan di lapangan.

Berdasarkan data SiPongi, hasil pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada Jumat (21/8/2026) pukul 14.14 WIB mencatat sebanyak 1.842 titik panas yang tersebar di lima provinsi di Kalimantan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan dari jumlah tersebut sebanyak 1.832 titik memiliki tingkat kepercayaan sedang (medium confidence), sedangkan 10 titik lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).

“Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas terbanyak yakni 976 titik, terdiri atas 968 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan delapan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi,” kata Berton, Sabtu (22/8/2026).

Setelah Kalimantan Tengah, jumlah titik panas terbanyak tercatat di Kalimantan Barat sebanyak 489 titik. Rinciannya, 487 titik memiliki tingkat kepercayaan sedang dan dua titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, Kalimantan Timur mencatat 237 titik panas, Kalimantan Selatan 125 titik, dan Kalimantan Utara 15 titik. Seluruh titik panas di tiga provinsi tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.

Berton menjelaskan, data titik panas menjadi salah satu indikator dalam memantau perkembangan potensi karhutla. Informasi tersebut juga digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak maupun daerah yang berpotensi mengalami kebakaran.

“Penguatan operasi darat dilakukan melalui pengaktifan posko dan satuan tugas penanganan karhutla. Posko menjadi pusat koordinasi dalam pemantauan perkembangan situasi, pengerahan personel, pengelolaan sumber daya, serta penentuan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui operasi udara dan darat. Dukungan water bombing dari udara digunakan untuk membantu memadamkan api, sementara personel di darat memastikan bara dan titik api dapat dikendalikan sehingga tidak kembali meluas.

BNPB juga memberikan dukungan sumber daya dan peralatan kepada pemerintah daerah sesuai kebutuhan. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pemadaman, menangani titik api, memantau wilayah rawan, serta mencegah meluasnya kebakaran.

Selain pemadaman, BNPB mendorong pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan menetapkan status siaga maupun tanggap darurat sesuai perkembangan ancaman karhutla di wilayah masing-masing.

Upaya pencegahan juga terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat. Warga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Edukasi dan pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus menekan munculnya titik api sejak dini.

BNPB bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait terus mengoptimalkan seluruh sumber daya dalam menghadapi karhutla. Penanganan dilakukan mulai dari pemantauan, pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman hingga penanganan pascakebakaran.

Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu mencegah meluasnya karhutla sekaligus mempercepat penanganan titik api di sejumlah wilayah Kalimantan.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *