Palu, Japrinews.id – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menegaskan pentingnya menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, Selasa, (20/6/2026).
Dalam penyampaiannya, Abcandra menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi yang dipelajari, melainkan nilai-nilai yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengamalan nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, penyebaran hoaks, radikalisme, hingga berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
“Bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman. Oleh karena itu, semangat persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air harus terus dipupuk agar bangsa ini tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, serta berbagai paham yang dapat mengancam persatuan bangsa. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki literasi digital yang baik serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bermedia sosial.
Menurut Abcandra, generasi muda memiliki peran strategis sebagai penerus bangsa. Mereka diharapkan mampu menjadi pelopor persatuan dengan memanfaatkan teknologi secara positif, meningkatkan prestasi, mengembangkan inovasi, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain memperkuat wawasan kebangsaan, Sosialisasi Empat Pilar juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional. Ketahanan bangsa tidak hanya diukur dari aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, hingga kemampuan masyarakat menghadapi berbagai ancaman, termasuk bencana alam dan perubahan global.
Abcandra juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, hingga dunia pendidikan untuk bersama-sama menginternalisasikan nilai-nilai Empat Pilar dalam setiap aktivitas kehidupan. Menurutnya, kolaborasi seluruh komponen bangsa merupakan kunci dalam membangun Indonesia yang maju, aman, damai, dan sejahtera.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, diharapkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, masyarakat diharapkan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan sekaligus mampu menjaga persatuan, memperkuat ketahanan nasional, serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan berkelanjutan.


















