Palu, JapriNews.id — Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial, khususnya Facebook, Nadira Al Naqqiyah Jefrin memperlihatkan kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Minggu, 11/01/2026.
Banjir, dilaporkan terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga.
Hingga kini belum ada laporan resmi jumlah kerugian maupun korban, namun masyarakat berharap informasi ini segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah untuk mengambil langkah terkoordinasi dalam penanganan darurat dan pemulihan.
Berdasarkan laporan warga, wilayah terdampak meliputi:
1. Kelurahan Baiya, Tawaili, dekat Jembatan Fly Over (Kota Palu) – Air meluap dan menggenangi kawasan permukiman.
2.Kelurahan Pantoloan (Kota Palu) – Banjir merendam jalan dan sejumlah rumah.
3.Jembatan Penghubung Labuan–Lumbubaka (Kab. Donggala) – Dilaporkan terputus akibat derasnya arus.
4.Labuan Kungguma (Kab. Donggala) – Beberapa rumah terdampak longsor, sejumlah pohon kelapa tumbang.
Desa Dalika, Labuan Toposo – Tumpukan kelapa berhamburan dan terbawa banjir deras.
5.Desa Labuan Induk – Air naik hingga depan rumah warga, termasuk kediaman Nhur Setiawaty Rusdin Tamelu.
6.Desa Masaingi – Debit air sungai mulai meningkat tajam.
7Jalan Poros Desa Ganti, Donggala – Tidak dapat dilalui karena genangan dan material banjir.
8.Desa Amal, Dusun Maliko – Wilayah tergenang dan beberapa warga mengungsi sementara.
9.Pohon tumbang di Tawaeli, Kota Palu – Arus lalu lintas terganggu.
10Desa Kaliburu, Dusun Wara – Resepsi pernikahan dibatalkan akibat hujan deras, angin kencang, dan ombak besar.
11.Desa Tibo, Jln Trans Palu–Tolis (Kec. Sindue Tombusabora) – Banjir merendam jalan utama.
12.Desa Limboro, Donggala – Air naik ke pemukiman warga.
13.Jembatan Penghubung Desa Sumari–Kumbasa – Akses terputus.
14.Wani, Kecamatan Tanantovea – Banjir dan gelombang tinggi merusak fasilitas pinggir pantai.
15.Desa Toaya, depan Pertamina – Jalan tergenang, aktivitas warga terganggu.
Sejumlah warga di lokasi terdampak berharap bantuan segera, terutama pembukaan akses jalan, evakuasi, dan penyaluran logistik. “Air naik cepat sekali. Banyak warga panik dan memilih berjaga di luar rumah,” tulis salah satu warga dalam unggahan Facebook.
Pemerintah kota dan kabupaten diharapkan segera menurunkan tim gabungan BPBD, Dinas PU, Basarnas, TNI/Polri untuk melakukan asesmen lapangan, evakuasi, serta pemulihan akses yang terputus.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPBD Sulteng belum mengeluarkan rilis resmi terkait jumlah warga terdampak dan kerusakan fasilitas publik.


