21.5 C
Indonesia
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

1.000 Mahasiswa Tolitoli Nikmati Beasiswa “Berani Cerdas” Pemprov Sulteng, Pemerintah Siap Buka Program S2 dan S3

Tolitoli, Japrinews.id – Sebanyak 1.000 mahasiswa asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), kini telah merasakan manfaat program beasiswa Berani Cerdas yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng. Total alokasi anggaran beasiswa untuk mahasiswa Tolitoli mencapai Rp 3,27 miliar.

“Melalui Berani Cerdas, sebanyak 1.000 mahasiswa asal Tolitoli telah menerima beasiswa dengan total nilai bantuan mencapai Rp 3,27 miliar,” ujar Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemkab Tolitoli, Jumat 03/10/2025.

Gubernur Anwar menambahkan, hingga saat ini, total sebanyak 15.523 mahasiswa se-Sulteng telah merasakan manfaat dari program beasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa pendaftaran Berani Cerdas masih terbuka bagi seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat.

“Bayangkan, kalau 15 ribu penerima itu kita kumpulkan di Tolitoli, kota ini akan penuh. Jadi jangan pernah berhenti mendaftar, karena Berani Cerdas tidak akan ditutup. Pemerintah akan terus memproses permohonan mahasiswa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anwar Hafid mengungkapkan rencana untuk membuka program beasiswa bagi jenjang pendidikan S2 dan S3 di masa depan, yang akan dilakukan secara selektif.

“Bahkan ke depan kita akan membuka peluang untuk S2 dan S3 secara selektif,” ucap mantan Bupati Morowali dua periode ini.

Di sisi lain, Gubernur Anwar juga menekankan keberhasilan Pemprov Sulteng dalam bidang kesehatan melalui program Berani Sehat. Program ini telah menjamin layanan kesehatan gratis bagi sebanyak 102 ribu warga Sulteng, termasuk masyarakat Tolitoli.

Dalam tujuh bulan terakhir, Pemprov Sulteng telah menyalurkan dana sebesar Rp 37 miliar kepada BPJS Kesehatan. Dana ini bertujuan memastikan seluruh warga mendapat layanan kesehatan, meskipun ada kendala administrasi atau tunggakan iuran.

“Walaupun kartunya tidak aktif, walaupun ada tunggakan, tetap harus dilayani. Pemerintah Provinsi yang menjamin. Ini bukan program kaleng-kaleng, tapi program dengan anggaran nyata untuk rakyat,” tegas Anwar.

Gubernur Anwar juga menekankan pentingnya ketepatan data dalam pelaksanaan kedua program tersebut, agar bantuan tepat sasaran.

“Jangan sampai ada orang miskin yang tidak masuk data, sementara yang mampu justru terdaftar. Data ini harus benar-benar dirapikan supaya program tepat sasaran,” jelasnya.***

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles