Example floating
Example floating
SosialSulteng

FKUB Sulteng: Jaga Persatuan di Tengah Isu Penghinaan Guru Tua

12
×

FKUB Sulteng: Jaga Persatuan di Tengah Isu Penghinaan Guru Tua

Share this article
Ketua FKUB Sulteng, Profesor Zainal Abidin. Foto: Dok. FKUB Sulteng
Example 468x60

Palu, JapriNews.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut bahwa pernyataan yang disampikan Fuad Plered, melalui diskusinya akun media sosialnya, yang menghina tokoh pendiri Alkhairaat Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua dinilai dapat memecah kerukunan di tengah bulan Suci Ramadhan.

“Kami mengancam keras pernyataan Fuad Plered yang sangat jelas menghina toko besar yang sangat di hormati oleh masyarakat Alkhairat ujaran kebencian itu  memicu perpecahan dan merusak keharmonisan sosial kepada tokoh agama (Guru Tua),” kata Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin di Palu.

Menurut dia, ucapan seperti itu justru melukai perasaan masyarakat, terutama warga Alkhairaat yang sebagian besar berada di wilayah Indonesia bagian Timur.Ia menilai ujaran seperti ini dapat memicu perpecahan dan merusak keharmonisan sosial dan mendapat kecaman keras dari Alkhairaat.

“Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri dikenal sebagai sosok ulama kharismatik yang telah berjasa dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia, khususnya di kawasan timur,” ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa Guru Tua dan Lembaga Alkhairaat adalah tokoh dan lembaga besar, bukan level orang seperti Fuad Plered sebagai tandingannya sehingga perlu dihadapi dengan penuh keadaban dan kesantunan.

Oleh karena itu FKUB Sulteng mengimbau masyarakat tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi atas masalah ini.

“Guru Tua dan lembaga Alkhairaat adalah tokoh dan institusi besar. Tidak sebanding dengan Fuad. Oleh karena itu, perlu disikapi dengan penuh keadaban dan kesantunan,” ungkapnya.

Mantan Rektor IAIN Palu, juga meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah cepat dan bertindak tegas guna menangani kasus ini, supaya tidak berkembang lebih luas.

Menurutnya, sikap hormat terhadap tokoh agama dan budaya adalah bagian dari upaya menjaga keharmonisan dan kedamaian di tengah kemajemukan.Insiden ini menjadi satu pelajaran menjaga tutur kata dan sikap dalam berpendapat, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan tokoh agama yang dihormati oleh banyak pihak.

“Mari kita saling menghormati dan selalu menjaga keharmonisan serta kedamaian di negeri ini sebagai kekuatan dalam membangun bangsa,” Bebernya.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *