Example floating
Example floating
Parlementeria

DPRD Sulteng Apresiasi Posalia Sulteng Digest, Dorong Digitalisasi Perkuat Ekonomi Inklusif

7
×

DPRD Sulteng Apresiasi Posalia Sulteng Digest, Dorong Digitalisasi Perkuat Ekonomi Inklusif

Share this article
Anggota DPR RI H.Muhidin M Said, anggota DPRD Sultenh H.Hengki Kusuma Muhidin dan dari Kiri pejabat BI Sulteng. Foto: Istimewa
Example 468x60

Palu, Japrinews.id — Digitalisasi dan penguatan ekonomi inklusif dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah. Hal tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Posalia Sulteng Digest 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah di Atrium Palu Grand Mall, Selasa 11/08/2026.

Mengusung tema Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., para bupati se-Sulawesi Tengah, jajaran perbankan, akademisi, hingga ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mewakili pimpinan DPRD Sulawesi Tengah, Anggota Komisi II DPRD Sulteng, Henri Kusuma Muhidin, hadir langsung dalam forum ekonomi regional tersebut.

Henri menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang dinilainya konsisten membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, regulator, sektor perbankan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Menurutnya, percepatan pertumbuhan ekonomi tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor agar berbagai kebijakan yang dirancang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“DPRD Sulawesi Tengah memberikan apresiasi atas pelaksanaan Posalia Sulteng Digest ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah saat ini, khususnya bagaimana kita mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong transformasi digital,” ujar Henri.

Pelaksanaan Posalia Sulteng Digifest 2026 tahun ini dinilai semakin strategis karena memadukan sejumlah agenda besar, termasuk Pekan QRIS Nasional dan Karya Kreatif Sulawesi Tengah (KKST).

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM melalui pengembangan produk lokal sekaligus memperluas pemanfaatan sistem pembayaran digital.

Henri menilai digitalisasi tidak boleh hanya dipandang sebagai perkembangan teknologi, tetapi harus menjadi instrumen untuk membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Ia mendorong agar UMKM di Sulawesi Tengah memperoleh dukungan lebih besar untuk masuk ke ekosistem digital, mulai dari pemasaran, transaksi non-tunai, akses pembiayaan, hingga peningkatan kualitas dan daya saing produk.

“Digitalisasi harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kita berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan melahirkan langkah-langkah konkret yang bisa diimplementasikan langsung di daerah,” tegasnya.

Selain digitalisasi, Henri juga menyoroti pentingnya peran perbankan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Menurutnya, kemudahan akses modal harus berjalan beriringan dengan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha sehingga UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas.

Ia berharap momentum Posalia Sulteng Digest 2026 dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekonomi Sulawesi Tengah yang semakin inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *