Example floating
Example floating
Sulteng

Bupati Sigi Canangkan Danau Lindu Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

10
×

Bupati Sigi Canangkan Danau Lindu Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

Share this article
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, memberi sambutan di kegiatan festival danau Lindu. Foto: Dok. Kominfo Sigi
Example 468x60

Sigi, Japrinews.id – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mencanangkan Danau Lindu sebagai ikon pariwisata berkelanjutan Indonesia saat membuka Festival Danau Lindu 2026 yang berlangsung di tepian Danau Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat, 24/07/2026.

Festival yang dihadiri ribuan masyarakat itu turut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Forkopimda Sulawesi Tengah, akademisi, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Rizal menegaskan Festival Danau Lindu bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi menjadi momentum membangun masa depan pariwisata Kabupaten Sigi yang berlandaskan kelestarian alam, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Saya ingin setiap festival yang kita laksanakan nantinya bisa sejajar dengan daerah-daerah lain, seperti Festival Danau Toba. Untuk itu saya memohon dukungan semua pihak agar bersama-sama membangun pariwisata Kabupaten Sigi,” ujar Rizal.

Menurutnya, Danau Lindu memiliki potensi besar karena berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang dikenal sebagai kawasan konservasi sekaligus cagar biosfer dunia. Potensi tersebut harus dikelola secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Ia menegaskan pengembangan sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya konservasi alam.

“Pariwisata harus membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi alam harus tetap terjaga. Masyarakat Lindu telah lama hidup berdampingan dengan hutan, dan itu harus terus dipertahankan,” katanya.

Bupati juga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap kawasan Lindu sehingga upaya pelestarian kawasan konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di dalamnya.

Selain potensi alam, Rizal menilai kekayaan budaya menjadi kekuatan penting yang harus diangkat sebagai identitas Kabupaten Sigi. Ia mengajak akademisi, budayawan, dan masyarakat untuk bersama-sama merumuskan identitas budaya daerah melalui kajian ilmiah.

Salah satu tradisi yang diusulkan sebagai ikon budaya adalah Rego, agar kelak dikenal luas sebagai identitas khas Kabupaten Sigi.

“Kalau orang bicara Rego, saya ingin orang langsung ingat Kabupaten Sigi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga memperkenalkan filosofi pembangunan daerah yang diusung Pemerintah Kabupaten Sigi, yakni Sigi tidak butuh emas kuning. Sigi butuh emas hijau.”

Filosofi tersebut menggambarkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kekayaan alam, hutan, pertanian, dan perkebunan sebagai modal utama pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Pemkab Sigi terus memperkuat sektor pertanian, salah satunya melalui program pencetakan sekitar 800 hektare sawah baru di Desa Olu. Program itu diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan, membuka lapangan kerja, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sigi juga terus mendorong pengembangan UMKM lokal melalui promosi Beras Kamba sebagai komoditas unggulan masyarakat Lindu yang menjadi bagian dari tema Festival Danau Lindu 2026.

Rizal menilai sinergi antara sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, Bank Indonesia, perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga mitra internasional yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Danau Lindu.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkenalkan Danau Lindu sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional.

Menutup sambutannya, Rizal mengajak seluruh masyarakat menjaga warisan alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Sigi.

Dengan mengucapkan basmalah, ia secara resmi membuka Festival Danau Lindu 2026 yang ditandai dengan dentuman lesung sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival.

Ia optimistis Danau Lindu akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan sekaligus menjadi ikon pariwisata berkelanjutan Sulawesi Tengah dan Indonesia. Sesuai slogan festival tahun ini, Ayo ke Lindu, karena Lindu bikin rindu.”

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *