Sigi, Japrinews.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menargetkan peningkatan produktivitas padi dari rata-rata 4 ton menjadi 6 ton per hektare melalui Program Berani Panen Raya. Program tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah.
Target itu disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) menuju satu juta hektare di Auditorium Balai Besar BRMP Sulawesi Tengah, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.
Menurut Anwar, peningkatan produktivitas padi merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, Program Berani Panen Raya dirancang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pertanian.
“Saat ini rata-rata hasil panen padi di Sulawesi Tengah sekitar 4 ton per hektare. Melalui Program Berani Panen Raya, kami menargetkan rata-rata produksi dapat meningkat menjadi 6 ton per hektare,” ujar Anwar.
Ia menegaskan, keberhasilan target tersebut memerlukan dukungan seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar pelaksanaan program berjalan optimal di setiap daerah.
“Mudah-mudahan target 6 ton per hektare ini minimal dapat tercapai sehingga produktivitas meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan petani kita menjadi lebih sejahtera,” katanya.
Melalui penerapan budidaya pertanian modern berbasis PM-AAS, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap hasil panen padi terus meningkat secara berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di seluruh Sulawesi Tengah.


















