Donggala, Japrinews.id — Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Bonebula, Desa Labuan Bajo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada 10/09/2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman serta berbagai tantangan yang berkembang di era globalisasi dan digitalisasi.
Dalam penyampaiannya, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menekankan bahwa 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan nilai-nilai fundamental yang harus terus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman luar biasa. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia.
“Persatuan dan kesatuan merupakan modal utama bangsa Indonesia. Perbedaan yang kita
miliki jangan dijadikan alasan untuk saling menjauh, tetapi justru harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa,” ujar Abcandra.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga dapat menjadi tantangan apabila digunakan untuk menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, provokasi, maupun informasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Karena itu, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk menyaring informasi sebelum membagikannya serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Abcandra juga mendorong generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, seperti pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, pengembangan ekonomi kreatif, olahraga,
seni dan budaya, serta pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi. Gunakan teknologi untuk berkarya,
berinovasi, membangun ekonomi, dan memperkuat persaudaraan, bukan untuk menyebarkan perpecahan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diberikan ruang untuk berdiskusi dan
menyampaikan pandangan serta aspirasi terkait kehidupan sosial dan kebangsaan. Dialog tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dengan wakilnya di lembaga perwakilan sekaligus menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat di daerah.
Melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Donggala semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta bersama-sama menjaga keutuhan NKRI


















