Example floating
Example floating
Sulteng

Gubernur Sulteng Perkenalkan Danau Poso di Forum World Lake Day 2026

5
×

Gubernur Sulteng Perkenalkan Danau Poso di Forum World Lake Day 2026

Share this article
Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, memperkenalkan keunikan serta komitmen pelestarian ekosistem air tawar Danau Poso dalam forum internasional.Foto: Istimewa
Example 468x60

Jakarta, Japrinews.id — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memperkenalkan Danau Poso sebagai salah satu kekayaan ekosistem air tawar Indonesia dalam forum internasional World Lake Day 2026 yang digelar di Auditorium Purnomo, Kampus Universitas Indonesia (UI).

Dalam forum tersebut, Anwar tidak hanya memaparkan keunikan Danau Poso, tetapi juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menjaga kelestarian ekosistem danau serta memastikan masyarakat di sekitarnya menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian.

Anwar menyebut Danau Poso memiliki kedalaman sekitar 450 meter. Dengan karakteristik tersebut, Danau Poso tercatat sebagai danau terdalam ketiga di Indonesia, setelah Danau Matano di Sulawesi Selatan yang memiliki kedalaman sekitar 650 meter dan Danau Toba di Sumatera Utara dengan kedalaman sekitar 505 meter.

Menurut Anwar, keberadaan Danau Poso memiliki arti penting bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya masyarakat Kabupaten Poso. Danau tersebut bukan sekadar kekayaan alam, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Danau Poso memiliki kedudukan vital yang tak tergantikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Poso,” ujar Anwar, sebagaimana dilansir Tribun Palu, Minggu 30/8/2026.

Danau Poso berada di kawasan Tentena, Kabupaten Poso, dan membentang di empat kecamatan, yakni Pamona Barat, Pamona Selatan, Pamona Utara, dan Pamona Puselemba. Dari Kota Palu, danau tersebut berjarak sekitar 315 kilometer dengan waktu tempuh melalui jalur darat sekitar delapan jam.

Selain memiliki kedalaman yang mencapai ratusan meter, Danau Poso juga dikenal sebagai salah satu danau dengan luas yang besar di Indonesia. Keberadaannya memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat di kawasan tersebut.

Anwar menegaskan, pengenalan Danau Poso di forum internasional merupakan bagian dari diplomasi lingkungan yang tidak berhenti pada promosi keindahan alam. Menurutnya, perhatian dunia terhadap danau harus diikuti dengan langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan ekosistem serta melibatkan masyarakat yang menggantungkan kehidupan di sekitarnya.

“Ketika saya bicara tentang Danau Poso di forum internasional, yang saya bawa bukan hanya cerita tentang keindahan alam. Saya membawa pesan bahwa kekayaan alam harus dijaga, dan masyarakat yang hidup bersamanya harus menjadi bagian dari masa depannya,” kata Anwar.

Ia menilai, Danau Poso merupakan simbol budaya, tradisi, kehidupan, sekaligus identitas masyarakat Sulawesi Tengah. Karena itu, upaya menjaga kelestarian danau harus dilakukan secara berkelanjutan dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan dan perlindungan ekosistem.

World Lake Day 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan internasional, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air Retno Marsudi, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan semakin pentingnya isu keberlanjutan danau, krisis air, serta perlindungan ekosistem air tawar dalam agenda lingkungan di tingkat global.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap Danau Poso tidak hanya semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia, tetapi juga mendapat perhatian lebih luas dalam upaya pelestarian lingkungan dan penguatan peran masyarakat di sekitar kawasan danau.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *