Example floating
Example floating
Sulteng

Mentan Amran Dorong Lulusan Untad Bangun Usaha Pertanian dan Buka Lapangan Kerja

11
×

Mentan Amran Dorong Lulusan Untad Bangun Usaha Pertanian dan Buka Lapangan Kerja

Share this article
Mentri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Menyampaikan pidatonya di depan para Wisudawan ke-138 Universitas Tadulako. Foto: Istimewa
Example 468x60

Palu, Japrinews.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa dan lulusan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani membangun usaha di sektor pertanian.

Dorongan itu disampaikan Amran saat menghadiri Dies Natalis Ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis, 20/08/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Amran mengajak sejumlah mahasiswa dan lulusan naik ke podium untuk menyampaikan aspirasi serta kebutuhan mereka dalam mengembangkan usaha pertanian.

Amran menegaskan, pemerintah siap memberikan dukungan sarana dan prasarana bagi generasi muda yang memiliki lahan dan berminat mengembangkan sektor pertanian.

“Hand tractor gratis. Mau tanam bibit ada, ada bibit untuk Sulteng. Bibit kelapa, kakao, itu gratis. Tinggal tunjuk lahan ke dinas,” ujar Amran.

Menurutnya, berbagai bantuan pemerintah telah disiapkan, mulai dari traktor tangan, sumur bor, combine harvester, traktor roda empat hingga ternak kambing. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha pertanian di daerah.

Amran menyebut Sulawesi Tengah memiliki potensi pertanian yang besar, baik dari sisi ketersediaan lahan maupun komoditas unggulan. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara lebih produktif, khususnya oleh generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dari perguruan tinggi.

“Jangan hanya berpikir menjadi pencari kerja. Kalian bisa menjadi pengusaha dan membuka lapangan kerja,” kata Amran dalam mendorong lulusan Untad agar melihat pertanian sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Selain bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pemerintah juga menyediakan bibit kelapa dan kakao bagi masyarakat yang telah memiliki lahan. Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan tujuh komoditas strategis, yakni kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete dan kemiri.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 triliun dengan target pengembangan 870 ribu hektare kebun rakyat selama periode 2025–2027. Pengembangan komoditas strategis itu diarahkan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku industri sekaligus menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Amran berharap mahasiswa dan lulusan Untad dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, perpaduan antara ilmu pengetahuan, ketersediaan lahan, bantuan sarana produksi serta akses terhadap bibit dapat menjadi modal awal untuk membangun usaha pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

Ia juga menilai keterlibatan generasi muda menjadi penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian. Dengan inovasi, teknologi dan pengelolaan usaha yang baik, pertanian tidak lagi hanya dipandang sebagai sektor produksi, tetapi dapat berkembang menjadi bisnis yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat mendorong semakin banyak anak muda Sulawesi Tengah terjun ke sektor pertanian. Dengan demikian, potensi pertanian daerah tidak hanya mampu meningkatkan produksi dan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *