Example floating
Example floating
Uncategorized

Mahfud Masuara Soroti Timbunan Pasir di Akses Jalan Desa Malei Donggala

2
×

Mahfud Masuara Soroti Timbunan Pasir di Akses Jalan Desa Malei Donggala

Share this article
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Mahfud Masuara, menyoroti keberadaan timbunan material pasir dalam jumlah besar yang berada di sekitar akses jalan di Desa Malei, Kabupaten Donggala. Foto: Istimewa
Example 468x60

Donggala, Japrinews.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Donggala, Mahfud Masuara, menyoroti keberadaan timbunan material pasir dalam jumlah besar yang berada di sekitar akses jalan di Desa Malei, Kabupaten Donggala.

Persoalan tersebut mencuat setelah masyarakat menyampaikan keluhan terkait keberadaan material yang menyerupai gunung pasir di sisi jalan. Timbunan tersebut dikhawatirkan dapat longsor dan masuk ke badan jalan sehingga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Selain ancaman longsor, aktivitas di sekitar lokasi juga disebut menimbulkan persoalan lain, seperti kerusakan akses jalan serta debu yang mengganggu lingkungan dan kenyamanan masyarakat setempat.

Menanggapi keluhan tersebut, Mahfud mengaku prihatin dan meminta Pemerintah Kabupaten Donggala segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Ini merupakan bagian dari wilayah pemilihan saya. Karena itu, setiap persoalan yang menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat tentu menjadi perhatian kami,” ujar Mahfud, Senin 10/08/2026.

Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Donggala menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk turun langsung melihat kondisi material dan dampaknya terhadap akses jalan masyarakat.

Menurut Mahfud, pemerintah daerah perlu memastikan apakah keberadaan timbunan material tersebut telah sesuai dengan ketentuan serta tidak mengganggu kepentingan publik.

“Kami berharap Pemkab Donggala segera menugaskan OPD terkait untuk mengecek kondisi di lapangan. Pemerintah perlu memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu akses masyarakat maupun menimbulkan risiko bagi pengguna jalan,” katanya.

Mahfud menegaskan, dirinya tidak mempersoalkan masuknya investasi maupun kegiatan usaha di wilayah Donggala. Ia menilai investasi tetap diperlukan karena dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian dan pendapatan daerah.

Namun, menurutnya, aktivitas usaha harus tetap berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dan kondisi lingkungan sekitar.

“Investasi tentu kita dukung karena memiliki manfaat bagi daerah. Tetapi jangan sampai kepentingan investasi mengabaikan akses publik. Keselamatan masyarakat dan kondisi jalan juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti pemerintah daerah agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses jalan di Desa Malei.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *