Example floating
Example floating
Parlementeria

DPRD Sulteng Kawal Penanganan Korban dan Pemulihan Infrastruktur Pascagempa

5
×

DPRD Sulteng Kawal Penanganan Korban dan Pemulihan Infrastruktur Pascagempa

Share this article
Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Dandy Adhi Prabowo, mengikuti Rapat Aktivasi Pos Komando dan Pembentukan Struktur Komando Penanganan Darurat Gempa Bumi bersama Wakil Gubernur Sulteng dan BNPB di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Foto: Humas DPRD Sulteng
Example 468x60

Palu, Japrinews.id – DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan korban terdampak serta percepatan pemulihan infrastruktur pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Dandy Adhi Prabowo, saat menghadiri Rapat Aktivasi Pos Komando dan Pembentukan Struktur Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Tahun 2026 di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu 20/06/2026.

Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, itu bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak gempa yang melanda Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Kota Palu.

Dalam rapat tersebut, Dandy menegaskan bahwa DPRD Sulawesi Tengah sejak awal telah memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana. Sehari setelah gempa terjadi, DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lokasi terdampak untuk meninjau kondisi masyarakat serta kerusakan yang ditimbulkan.

Menurutnya, terdapat tiga prioritas utama yang harus segera ditangani, yakni penanganan korban terdampak, distribusi bantuan logistik, dan percepatan pemulihan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling besar. Data sementara mencatat sebanyak 2.319 unit rumah mengalami kerusakan. Selain itu, puluhan kantor pemerintahan, tempat ibadah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur vital lainnya juga terdampak.

Bencana tersebut juga menyebabkan terputusnya akses Jembatan Alternatif Tongoa–Kamarora serta memicu longsor di kawasan Gunung Kamarora yang menghambat mobilitas masyarakat.

Sementara di Kota Palu, sedikitnya 88 rumah dilaporkan terdampak gempa. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum, di antaranya Jembatan Palu III, sekolah, masjid, hotel, dan gedung perkantoran. Dampak serupa turut dilaporkan terjadi di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.

Dandy mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk BNPB, BPBD, relawan, dan unsur pemerintah, agar selalu mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas di lapangan.

“DPRD Provinsi Sulawesi Tengah akan terus bersama pemerintah dan masyarakat dalam memperjuangkan kebutuhan warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kota Palu,” ujar Dandy.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan berharap proses penanganan darurat, pemulihan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat berjalan lebih cepat sehingga dampak bencana dapat segera diatasi.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *