Palu, Japrinews.id – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Akbar Supratman, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk Penguatan Wawasan Kebangsaan yang diikuti berbagai komunitas pemuda dan elemen masyarakat di Kel. Kamonji, Kec. Palu Barat, Kota Palu, Prov. Sulawesi Tengah (12/5/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, arus modernisasi, serta dinamika sosial yang terus berkembang, khususnya di kalangan generasi muda.
Dalam pemaparannya, Akbar Supratman menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu cara paling efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan agar tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku dan tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.
Legislator asal Sulawesi Tengah itu mengatakan, Empat Pilar MPR RI merupakan jangkar yang menjaga bangsa Indonesia tetap kokoh di tengah derasnya arus informasi digital yang berpotensi memicu polarisasi dan perpecahan sosial apabila tidak disikapi dengan bijak.
Akbar juga menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, kehadirannya di berbagai daerah merupakan bagian dari tanggung jawab MPR RI dalam memastikan nilai-nilai kebangsaan terus hidup dan berkembang di seluruh pelosok Indonesia.
“Komunitas adalah wadah berkumpulnya gagasan. Jika gagasan itu dijiwai oleh rasa cinta tanah air yang kuat, maka akan lahir inovasi-inovasi yang mampu memajukan bangsa,” ujar Akbar.
Ia menambahkan, komunitas memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Keragaman latar belakang para anggotanya merupakan miniatur kebhinekaan Indonesia yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat persatuan.
Di akhir kegiatan, Akbar Supratman mengajak para penggerak komunitas, khususnya generasi muda, untuk memadukan kreativitas, inovasi, dan intelektualitas dengan semangat nasionalisme. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menjadi modal penting dalam mewujudkan kemandirian bangsa di bidang ekonomi, sosial, maupun budaya, sekaligus memperkuat persatuan Indonesia di masa depan.


















