Sigi, Japrinews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, (Sulteng) mengajak seluruh kader dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan posyandu sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan bahwa capaian pelayanan posyandu harus memenuhi target SPM karena menjadi indikator efektivitas penggunaan anggaran serta tata kelola pemerintahan yang baik.
“Seluruh pihak harus memastikan peningkatan kualitas pelayanan yang bermutu serta menjamin terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat di Kabupaten Sigi,” Kata Bupati Sigi, Rizal saat Sosialisasi ASI Eksklusif dan Aksi Bergizi di Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Sabtu,13/12/2025.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. Menurutnya, posyandu memiliki peran strategis dalam memantau tumbuh kembang anak serta pemeriksaan kesehatan bagi seluruh kelompok sasaran.
“Posyandu harus menjadi wadah edukasi kesehatan, penguatan peran kader, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa,” katanya.
Rizal juga mengingatkan seluruh kader posyandu agar memastikan keakuratan dan efisiensi data. Data yang valid dinilai sangat penting sebagai dasar perencanaan intervensi kesehatan yang komprehensif dan terintegrasi.
“Koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap posyandu dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah, seperti percepatan penurunan stunting dan penanggulangan gizi buruk melalui berbagai inovasi yang dikembangkan di Kabupaten Sigi.
“Tentunya kami membutuhkan dukungan semua pihak agar program posyandu berjalan optimal, dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan sesuai dengan peran serta fungsinya,” tutup Rizal.
Saat ini, Kabupaten Sigi memiliki 1.863 kader posyandu yang didukung oleh 19 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan.


