Sumatera Utara, Japrinews.id – Aksi penjarahan terjadi di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Sibolga dan Medan, Sumatera Utara. Minimarket seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, hingga gudang Bulog menjadi sasaran warga yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan makanan sejak bencana terjadi.
Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan kondisi gerai-gerai ritel modern tersebut dalam keadaan porak-poranda dan rak-raknya kosong akibat dijarah.
Salah satu akun, @arifcoy5, membagikan video kondisi di lapangan dan menuliskan bahwa seluruh gerai minimarket di kawasan Sibolga hampir tak tersisa barangnya.
“Habis sudah semua Alfa Midi Indomaret Sibolga dijarah masyarakat. Saking tidak tersedia bahan makanan. Semoga secepatnya semua pulih. Kata pemerintah bukan bencana nasional,” tulisnya.
Keluhan serupa disampaikan akun lain yang meminta bantuan dan perhatian dari masyarakat luas terkait keterlambatan distribusi logistik.
“Buat yang di luar sana, please help us. Saya berdomisili di Sibolga, H+6 setelah bencana, bantuan belum tiba atau lambat masuknya, saya juga kurang tahu,” tulis seorang warga.
Akun bernama David Siahaan juga mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, aksi penjarahan semakin meluas karena banyak warga yang kelaparan dan belum mendapatkan bantuan memadai.
“Orang-orang kelaparan, penjarahan di mana-mana, Indomaret, Alfamart, dan minimarket-minimarket lokal. Bahkan kemarin menjarah Bulog. Yang saya khawatirkan adalah kerusuhan,” tulisnya.
Hingga kini, warga di beberapa titik terdampak banjir mengaku belum menerima bantuan secara merata. Kondisi akses jalan yang rusak dan beberapa wilayah yang terisolasi diduga memperparah lambatnya penyaluran logistik.
Belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait maraknya penjarahan tersebut. Namun masyarakat berharap bantuan segera datang guna mencegah situasi sosial yang semakin memanas.


