Jakarta, Japrinews.id – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diwarnai dual klaim kepemimpinan yakni mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono, sama-sama diklaim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum.
Dalam Sidang Paripurna VIII, pimpinan sidang Qoyum Abdul Jabbar membacakan keputusan aklamasi Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PPP.
“Aklamasi Pak Agus Suparmanto merupakan kehendak Muktamar dan aspirasi Muktamirin yang menentukan keputusan,” ungkap di kutip media SindoNews 29/09/2025.
Agus bersama tim formatur disebut akan segera menyusun kepengurusan baru dengan mengakomodasi berbagai kekuatan PPP.
Namun, di forum terpisah, pimpinan sidang Muktamar X PPP lainnya, Amir Uskara, justru mengumumkan bahwa Muhamad Mardiono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum periode 2025–2030. “Pertama-tama, saya ingin menyampaikan selamat kepada Pak Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi dalam Muktamar X yang baru saja kami ketuk palunya,” kata Amir dalam konferensi pers.
Amir menjelaskan, keputusan itu diambil setelah tata tertib pemilihan dibahas, di mana syarat kehadiran fisik peserta muktamar menjadi salah satu pertimbangan. “Setelah itu, saya bacakan, saya langsung meminta kesepakatan dari seluruh peserta muktamar, apakah setuju untuk kita aklamasi dengan Pak Mardiono. Ternyata mereka setuju dan saya ketuk palu,” terangnya.
Dua keputusan aklamasi berbeda ini menandai adanya dinamika internal yang kuat di tubuh PPP. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari panitia pusat muktamar mengenai keabsahan salah satu keputusan tersebut. Situasi ini berpotensi memunculkan dualisme kepemimpinan baru di partai berlambang Kabah tersebut.


