Palu, Japrinews.id – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Qalamun Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu memperingati Dies Natalis ke-27 dengan tajuk refleksi perjuangan dan pengabdian terhadap kebenaran. yang digelar digedung kesenian pada Sabtu malam, 26/07/ 2025.
Direktur LPM Qalamun, Hidayat Malontu, dia menjelaskan bahwa kegiatan ini melainkan refleksi atas perjalanan panjang lembaga dalam memperjuangkan fakta dan terus menjadi garda depan mahasiswa dalam menyuarakan kebenaran.
“Kegiatan ini diadakan sebagai refleksi 27 tahun LPM Qalamun yang dibersamai dengan harapan agar tetap jaya dan bertahan dalam memperjuangkan fakta,” tegas Hidayat.
Rangkaian acara menampilkan pertunjukan seni yang menyentuh tema-tema sosial-politik. Mulai dari puisi tunggal yang mengisahkan penderitaan rakyat sebagai korban kebijakan pemerintah, hingga puisi ganda yang menggambarkan benturan peran antara jurnalis dan birokrasi yang kerap menutup telinga terhadap kritik publik.
Monolog mengangkat tragedi aktivisme 1998 yang diadaptasi dari novel Laut Bercerita, sementara drama mempertontonkan investigasi terhadap seorang gubernur korup, menegaskan komitmen LPM terhadap jurnalisme kritis.
“Kita ingin tunjukkan, anak-anak LPM bukan cuma bisa menulis, desain, atau ngedit. Tapi juga bisa tampil, bisa bicara lantang lewat seni. Ini bukti bahwa kader LPM serba bisa,” ujar Hidayat.
Tak hanya itu, acara juga diwarnai penampilan tari mokambu, tari kreasi, orasi, dan pop solo, yang menjadi ruang unjuk kreativitas sekaligus silaturahmi antaranggota dan alumni.
Selain itu ketua Panitia juga menyampaikan dengan apresiasi atas seluruh proses yang dilalui.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Dinamika yang kami lewati adalah bagian dari proses menempa kader-kader yang lebih matang dan siap melanjutkan estafet perjuangan pers mahasiswa.” Ungkapnya.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa LPM Qalamun tak hanya bertahan selama 27 tahun, tetapi terus tumbuh sebagai ruang kritis, kreatif, dan konsisten menyuarakan nurani masyarakat.


