Example floating
Example floating
Sulteng

Camat Mantikulore Buka Festival 1000 Baki Salama Valangguni 2026, Lestarikan Budaya Kaili dan Perkuat Kebersamaan

13
×

Camat Mantikulore Buka Festival 1000 Baki Salama Valangguni 2026, Lestarikan Budaya Kaili dan Perkuat Kebersamaan

Share this article
Festival 1000 Baki Salama Valangguni Tahun 2026, yang berlangsung di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Talise, Kota Palu. Foto: Jufri
Example 468x60

Palu, Japrinews.id – Camat Mantikulore, Risdianto Bahmid, secara resmi membuka Festival 1000 Baki Salama Valangguni Tahun 2026, Jumat 06/11/2026, yang berlangsung di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Talise, Kota Palu.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Kelurahan Talise Valangguni ke-12 Tahun 2026. Festival ini menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya lokal.

Dalam sambutannya, Camat Mantikulore Risdianto Bahmid menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-12 kepada seluruh masyarakat Kelurahan Talise Valangguni. Ia berharap, di usia yang masih relatif muda, kelurahan tersebut terus berkembang menjadi wilayah yang mandiri, berbudaya, dan sejahtera.

Risdianto juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival 1000 Baki Salama. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar festival kuliner, melainkan bentuk perayaan budaya sekaligus identitas masyarakat Kaili yang sarat dengan nilai-nilai luhur.

Ia menjelaskan, tradisi Baki Salama merupakan warisan leluhur masyarakat Kaili yang mengandung makna kebersamaan, silaturahmi, dan doa keselamatan. Berbagai hidangan yang disajikan di atas baki menjadi simbol persatuan serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Lebih lanjut, Risdianto menyebut Kelurahan Talise Valangguni memiliki keunikan tersendiri karena tumbuh melalui proses rekonstruksi pascabencana. Kawasan hunian tetap yang sebelumnya dibangun sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat, kini berkembang menjadi lingkungan yang dipenuhi harapan dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat Huntap III menjadi kekuatan penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Nilai tersebut juga tercermin melalui pelaksanaan Festival 1000 Baki Salama.

Ia mengungkapkan, terdapat tiga makna penting dalam penyelenggaraan festival tersebut. Pertama, sebagai upaya melestarikan adat dan budaya Kaili agar tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Kedua, memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memberikan ruang kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk kuliner tradisional, kerajinan, serta berbagai potensi ekonomi masyarakat.

Risdianto menegaskan, Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan kebudayaan yang tumbuh dan digerakkan oleh masyarakat.

Ia berharap Festival 1000 Baki Salama Valangguni dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan, sekaligus ikon budaya Kecamatan Mantikulore serta bagian dari kalender wisata Kota Palu.

Menutup sambutannya, Risdianto mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati malam syukuran dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan. Ia juga berharap Kelurahan Talise Valangguni senantiasa diberikan keselamatan, kemajuan, dan keberkahan.

Melalui Festival 1000 Baki Salama Valangguni Tahun 2026, tradisi leluhur diharapkan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang sebagai identitas budaya Kaili sekaligus perekat persaudaraan masyarakat Kota Palu.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *