Example floating
Example floating
Pendidikan

Prof. Amar Kembali Maju dalam Pilrek Untad 2027–2031, Ajak Civitas Akademika Jaga Kondusivitas

12
×

Prof. Amar Kembali Maju dalam Pilrek Untad 2027–2031, Ajak Civitas Akademika Jaga Kondusivitas

Share this article
Prof. Dr. Ir. Amar kembali menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kontestasi pemilihan rektor (Pilrek) dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor Periode 2027-2031. Foto: Dok.Untad
Example 468x60

Palu, Japrinews.id – Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Tadulako (Untad) periode 2027–2031 mulai menunjukkan perkembangan. Prof. Dr. Ir. Amar kembali menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kontestasi pemilihan rektor (Pilrek) dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk kembali mengabdikan diri bagi pengembangan Universitas Tadulako, sekaligus melanjutkan sejumlah program yang dinilai belum sepenuhnya terealisasi selama masa kepemimpinannya sebelumnya.

Prof. Amar menilai, masa kepemimpinan empat tahun merupakan waktu yang relatif singkat untuk menuntaskan seluruh agenda pengembangan sebuah perguruan tinggi. Karena itu, dirinya berharap dapat melanjutkan berbagai program strategis apabila kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Untad.

Dalam menghadapi proses Pilrek, ia mengingatkan pentingnya menjaga suasana kampus agar tetap aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, seluruh pihak harus menghormati mekanisme serta tahapan pemilihan yang telah ditetapkan oleh kementerian dan peraturan internal universitas.

Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika dan elemen masyarakat untuk memberikan dukungan positif terhadap pelaksanaan Pilrek agar berjalan demokratis dan sesuai aturan.

“Kita menjalankan semua peraturan yang telah dikemukakan oleh kementerian dan terus mengikuti tahapan-tahapan yang berlaku. Adapun hal-hal lain, kita serahkan kepada pihak yang berwenang untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Untad, Prof. Dr. Jusman Mansyur, menjelaskan bahwa tahapan pendaftaran bakal calon rektor berlangsung mulai 27 Oktober hingga 10 November 2026.

Pada masa tersebut, panitia melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen administrasi yang diserahkan masing-masing pendaftar. Adapun proses verifikasi keabsahan dokumen dijadwalkan berlangsung pada 10–12 November 2026.

Panitia juga memberikan ruang kepada setiap bakal calon untuk memperbaiki maupun melengkapi dokumen apabila ditemukan kekurangan selama proses pendaftaran.

Prof. Jusman mengungkapkan, hingga hari keempat pembukaan pendaftaran, sudah terdapat dua kandidat yang menyerahkan berkas kepada panitia, yakni Prof. Khairil dan Prof. Amar.

Ia mengapresiasi partisipasi kedua kandidat tersebut karena dinilai menunjukkan komitmen untuk mengikuti mekanisme pemilihan yang telah diatur dalam Peraturan Senat Universitas Tadulako Nomor 2 Tahun 2026.

“Pada hari keempat sejak dibukanya pendaftaran, dua kandidat telah menyerahkan berkas kepada panitia. Tentunya kami dari panitia sangat mengapresiasi dan berharap seluruh bakal calon dapat mengikuti setiap tahapan pemilihan rektor ini sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Menurut Prof. Jusman, keikutsertaan para kandidat merupakan bentuk penghargaan terhadap proses dan mekanisme Pilrek yang telah ditetapkan oleh Senat Universitas Tadulako.

Ia sekaligus memastikan bahwa panitia akan bekerja secara profesional dan independen, tanpa memberikan perlakuan berbeda kepada setiap bakal calon, termasuk terhadap rektor petahana yang kembali mengikuti kontestasi.

“Panitia punya komitmen bahwa kita akan melayani tanpa membeda-bedakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh pendaftar akan diperlakukan sama sebagai bakal calon rektor. Panitia menjalankan tugas berdasarkan amanah Senat Untad dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan kepatuhan terhadap aturan.

Dalam ketentuan Peraturan Senat Nomor 2 Tahun 2026, jumlah minimal bakal calon yang harus terpenuhi pada tahap penjaringan sebanyak empat orang. Apabila hingga batas akhir pendaftaran pada 10 November jumlah tersebut belum tercapai, panitia akan memperpanjang masa pendaftaran selama tujuh hari.

Jika setelah perpanjangan jumlah minimal tetap belum terpenuhi, mekanisme berikutnya akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan senat, termasuk kemungkinan penunjukan calon yang memenuhi persyaratan oleh Ketua Senat.

Tahapan penjaringan selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses penyaringan hingga ditetapkan tiga nama calon rektor yang berhak mengikuti tahapan pemilihan.

Di sisi lain, bakal calon rektor Prof. Khairil menyampaikan bahwa keputusannya kembali mengikuti Pilrek Untad dilandasi dorongan nurani, dukungan sejumlah rekan, serta keinginan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi universitas.

Ia menyebut Untad sebagai rumah bersama yang harus terus dibangun melalui kontribusi seluruh unsur sivitas akademika. Baginya, setiap kandidat memiliki gagasan dan niat baik untuk membawa kampus tersebut menjadi lebih maju.

Khairil juga menegaskan bahwa kompetisi dalam Pilrek tidak seharusnya melahirkan permusuhan di antara para kandidat. Sebaliknya, perbedaan gagasan harus menjadi ruang untuk saling melengkapi demi kepentingan institusi.

“Bismillah kami kembali akan menjadi rival sahabat, bukan rival musuh, tapi rival sahabat untuk kemudian kami akan sinergi sama-sama,” ujarnya.

Adapun tahapan Pilrek Untad periode 2027–2031 telah disusun secara bertahap. Setelah proses pendaftaran dan verifikasi administrasi, agenda berikutnya adalah rapat Senat Penjaringan Bakal Calon Rektor pada 16 November 2026, dilanjutkan pengumuman dan sosialisasi bakal calon pada 16–20 November 2026.

Selanjutnya, rapat Senat Penyaringan Bakal Calon Rektor dijadwalkan pada 23 November 2026. Tiga nama calon rektor yang telah ditetapkan kemudian akan disampaikan kepada Menteri pada 24–27 November 2026.

Sementara itu, rapat Senat Pemilihan Calon Rektor dijadwalkan berlangsung pada 7 Desember 2026. Adapun penetapan dan pelantikan rektor terpilih akan menyesuaikan jadwal yang ditetapkan kementerian.

Dengan masa pendaftaran yang masih berlangsung hingga 10 November 2026, peluang bertambahnya jumlah kandidat masih terbuka. Panitia berharap seluruh proses Pilrek Untad dapat berjalan lancar, transparan, dan sesuai ketentuan, tanpa mengganggu suasana akademik di lingkungan kampus.

Kontestasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan merumuskan arah kemajuan Universitas Tadulako untuk empat tahun mendatang.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *