Example floating
Example floating
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Warga Keluhkan Beban Pengeluaran Bertambah

9
×

Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Warga Keluhkan Beban Pengeluaran Bertambah

Share this article
Pertamina Partamax. Foto: Istimewa
Example 468x60

Jakarta, Japrinews.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai menuai keluhan dari masyarakat. Warga menilai lonjakan harga tersebut semakin membebani pengeluaran harian, terutama untuk kebutuhan transportasi dan perawatan kendaraan.

Faisal, warga yang ditemui di sebuah SPBU di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (11/6/2026), mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga BBM. Menurutnya, selain harga bahan bakar yang meningkat, harga sejumlah suku cadang kendaraan seperti oli juga ikut naik.

“Berasa banget, sekarang bensin sudah Rp 16.000-an per liter. Berat karena saya memang biasa pakai Pertamax, ditambah harga oli juga naik,” ujarnya.

Meski harga Pertamax mengalami kenaikan, Faisal mengaku tetap memilih menggunakan BBM dengan oktan 92 tersebut. Ia khawatir beralih ke Pertalite dapat memengaruhi performa mesin kendaraannya.

“Tetap Pertamax. Sayang mesin kalau ganti. Ya mau bagaimana lagi, sekarang saling menguatkan saja,” katanya.

Untuk mengurangi pengeluaran, Faisal mengaku mulai mengubah kebiasaan saat mengisi bahan bakar. Jika sebelumnya ia kerap mengisi tangki hingga penuh, kini ia hanya membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Biasanya isi Rp 45.000 sudah penuh, sekarang isi secukupnya saja karena terasa sekali bedanya,” ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan Uyan, seorang pengemudi ojek online. Ia menilai kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter berdampak langsung terhadap pendapatan yang dibawanya pulang setiap hari.

“Jelas berpengaruh ke uang yang saya bawa pulang. Dulu Rp 40.000 bisa penuh dan cukup untuk dua hari. Sekarang dengan jumlah yang sama, tangki bahkan tidak penuh,” kata Uyan.

Meski sempat mempertimbangkan beralih ke Pertalite untuk menekan biaya operasional, Uyan masih ragu karena sudah terbiasa menggunakan Pertamax yang dinilai lebih baik untuk kendaraannya.

“Kalau pindah ke Pertalite mungkin saja, tapi masih ragu. Maunya tetap Pertamax, cuma harus menyesuaikan kondisi juga,” ujarnya.

Uyan berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan harga BBM agar tidak semakin membebani masyarakat, khususnya pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online.

“Kalau bisa harganya diturunkan. Dampaknya bukan hanya ke ojol, tapi ke banyak sektor. Semoga pemerintah memahami kondisi masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku pada Rabu, 10/06/2026.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter yang berlaku sejak 1 Juni 2026.

Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar Rp 3.950 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo tetap bertahan di angka Rp 20.750 per liter dan tidak mengalami perubahan dibandingkan penyesuaian harga sebelumnya.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *