Palu, Japrinews.id — Pengembangan ekonomi kreatif di Kota Palu perlu diiringi dengan peningkatan keterampilan dan pengakuan kompetensi para pelakunya. Anggota Komisi B DPRD Kota Palu, Ratna Mayasari Agan, mendorong pemerintah daerah menyiapkan anggaran awal sekitar Rp200 juta untuk mendukung program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif.
Menurut Ratna, sektor ekonomi kreatif memiliki cakupan profesi yang luas dan menyimpan potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan. Sejumlah profesi, seperti barista, fotografer, musisi, pelukis hingga desainer, dinilai membutuhkan dukungan program peningkatan kapasitas agar mampu bersaing dan meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.
Ratna mengatakan, anggaran Rp200 juta tersebut diharapkan menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam membuka ruang pengembangan kompetensi bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Palu.
“Kalau saya, cuma berharap sekitar Rp200 juta. Yang penting sebagai tahap awal pembukaannya, mendukung program sertifikasi untuk pelaku usaha ekonomi kreatif,” kata Ratna saat di hubungi awak media.Sabtu, 10/10/2026.
Politisi perempuan yang telah menjabat tiga periode di DPRD Kota Palu dari Fraksi PAN itu menegaskan, sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam memberikan pengakuan terhadap kemampuan para pelaku ekonomi kreatif.
Baginya, sertifikasi tidak hanya sebatas dokumen formal, tetapi juga menjadi salah satu tolok ukur untuk menunjukkan kualitas dan kemampuan seseorang dalam menjalankan profesinya.
Karena itu, Ratna berharap pemerintah daerah dapat mendorong pelaksanaan pelatihan yang disertai sertifikasi agar para pelaku ekonomi kreatif memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki.
“Terus pelatihan sertifikasinya kita dorong. Supaya mereka ini bisa mendapatkan pengakuan dan kualitasnya terangkat,” ujarnya.
Ia menilai, dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Palu. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi, para pelaku ekraf diharapkan memiliki kompetensi yang lebih baik sekaligus memperoleh pengakuan atas kualitas pekerjaan mereka.


















