23.3 C
Indonesia
Monday, February 16, 2026
spot_img

Safri Soroti Kematian Pekerja PETI Poboya, Minta Aktor di Balik Layar Diungkap

Palu, JapriNews.id – Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pekerja di area Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di lokasi Vavolapo, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu 24/01/2026.

Safri menegaskan, peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan kerja biasa. Ia menilai insiden itu merupakan akumulasi dari pembiaran panjang terhadap aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut.
“Kami turut berduka cita dan prihatin atas meninggalnya salah seorang pekerja di area PETI Poboya. Peristiwa ini bukan insiden biasa, tetapi akumulasi dari pembiaran panjang terhadap pertambangan ilegal,” ujar Safri, Minggu 25/1/2026.

Menurutnya, kematian pekerja di tambang ilegal Poboya menjadi bukti nyata atas keberadaan aktivitas PETI yang selama ini disebut-sebut tidak ada. Ia menyebut tragedi tersebut sebagai fakta lapangan yang tidak dapat dibantah.

“Kematian pekerja di lokasi tambang ilegal Poboya adalah bukti nyata sekaligus tamparan keras terhadap klaim yang menyebut tidak ada tambang ilegal di Poboya. Ini bukan lagi soal opini, tetapi fakta yang dibayar dengan nyawa manusia,” tegasnya.

Safri juga menyoroti lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilainya berlangsung tanpa izin, tanpa standar keselamatan, dan tanpa kontrol yang memadai. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi terus menimbulkan korban jiwa.

Ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi pemodal dan pihak yang mengambil keuntungan dari aktivitas ilegal itu.

“Penegakan hukum jangan berhenti pada pekerja lapangan. Harus diungkap siapa saja aktor di balik layar yang menikmati hasil dari aktivitas tambang ilegal ini,” ujarnya.

Safri menambahkan, dampak aktivitas PETI tidak hanya menimbulkan risiko keselamatan bagi pekerja, tetapi juga merusak lingkungan dan memicu persoalan sosial, seperti kerusakan jalan, pencemaran sungai, serta potensi konflik di masyarakat.

Ia berharap tragedi di Poboya menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan menyeluruh dalam memberantas praktik pertambangan ilegal di Sulawesi Tengah.

“Setiap pembiaran terhadap tambang ilegal adalah ancaman terhadap keselamatan masyarakat. Penegakan hukum harus dilakukan secara serius dan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles