21.4 C
Indonesia
Monday, February 16, 2026
spot_img

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir di Tanantovea dan Labuan, Perintahkan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi

Donggala, JapriNews.id — Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di Kecamatan Tanantovea dan Labuan, Senin 12/01/2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan bencana berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dalam peninjauannya, Bupati didampingi unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta perangkat daerah teknis lainnya.

Sejumlah wilayah terdampak yang dikunjungi meliputi Desa Wani I, Wani II, Wani III, Wani Lumbupetigo, Labuan Kungguma, Labuan Lumbubaka, serta Dusun Sisere di Desa Labuan Toposo. Di setiap titik, Bupati memastikan kebutuhan penanganan darurat terpenuhi, terutama di wilayah yang masih terisolasi akibat longsor dan jembatan yang putus.

“Saya minta BPBD, Dinas PUPR, dan seluruh instansi terkait bergerak cepat. Material longsor harus segera dibersihkan agar akses warga kembali terbuka,” tegas Vera saat meninjau kondisi di Dusun Sisere.

Dua wilayah menjadi fokus utama pemerintah daerah, yaitu Dusun Sisere yang terisolasi akibat longsor, serta Desa Labuan Lumbubaka yang terputus total setelah jembatan ambruk diterjang banjir. Untuk memulihkan akses, Pemkab Donggala menyiapkan pembangunan jembatan darurat di Desa Labuan Kungguma.

“Jembatan di Labuan Kungguma putus total dan tidak bisa dilalui. Kita akan membangun jembatan sementara agar aktivitas dan mobilitas warga dapat segera pulih,” ungkap Bupati.

Sebagai bukti keseriusan dalam penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Donggala juga menetapkan status Tanggap Darurat Bencana bagi enam kecamatan terdampak, berlaku mulai 12 hingga 18/01/2026.

“Status tanggap darurat telah ditetapkan agar seluruh proses penanganan dan perbaikan dapat dilakukan secara cepat tanpa hambatan,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Donggala mencatat, banjir yang terjadi pada 11 Januari 2026 berdampak pada 20 desa di enam kecamatan, yaitu Banawa, Banawa Tengah, Sindue, Rio Pakava, Labuan, dan Tanantovea.

Banjir mengakibatkan 10 rumah warga rusak, tiga jembatan putus, kerusakan jalan nasional di Kelurahan Ganti, serta kerusakan talud di Desa Wani I.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles