Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sulteng

Ketua FKUB Sulteng: HUT ke-61 Jadi Momentum Merawat Harmoni antar Umat Beragama

2
×

Ketua FKUB Sulteng: HUT ke-61 Jadi Momentum Merawat Harmoni antar Umat Beragama

Share this article
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, Prof. Zainal Abidin M.Ag Menyampaikan dalam sambutanya di hari Ulan Tahun Provinsi Sulawesi Tengah ke 61 Tahun Foto: Ramadan
Example 468x60

Palu, JapriNews.id – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin, menyatakan bahwa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi momentum lahirnya komitmen baru untuk merawat harmoni di tengah keberagaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Zainal dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Kota Palu, Sabtu, 13/04/2025.

Example 300x600

“Mari kita lestarikan tradisi-tradisi lokal yang sejalan dengan semangat Piagam Madina. Seperti di wilayah Lore, ada praktik musyawarah lintas agama dalam menyelesaikan sengketa lahan dan pernikahan campuran. Di masyarakat Kaili, kita mengenal filosofi Maroso yang menekankan nilai kejujuran, gotong royong, dan pantang menyerah. Semboyan Nosarara Nosabatutu berarti bergotong royong dan saling membantu yang berbasis pada kearifan lokal,” ujarnya.

Selanjutnya, Mantan Rektor IAIN Datokarama Palu itu juga menekankan bahwa membangun keharmonisan dalam keberagaman di era modern saat ini bukanlah hal yang mudah.

“Ada banyak tantangan yang kita hadapi bersama, salah satunya adalah media sosial yang menjadi lahan subur bagi fitnah dan provokasi. Banyak umat mendapatkan tausiah dari potongan video yang belum tentu benar, bukan dari bimbingan ulama atau tokoh agama. Muncul juga kelompok-kelompok eksklusif yang merasa paling benar, menganggap sesat yang lain, dan menyebut bid’ah terhadap perbedaan. Belum lagi politik identitas yang memperalat agama demi kepentingan kekuasaan,” tegas Prof. Zainal.

Lebih lanjut, ia menyerukan agar pesan-pesan agama menjadi perekat dalam merawat keharmonisan, bukan sebaliknya.

“Jangan jadikan mimbar agama sebagai alat politik kekuasaan. Jangan jadikan khutbah sebagai sarana membangun tembok perpecahan. Tapi jadikanlah agama sebagai cahaya yang menerangi, bukan api yang membakar perbedaan,” tandasnya.

Prof. Zainal berharap momentum HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah dapat menjadi refleksi bersama untuk terus menjaga kebersamaan, toleransi, dan kedamaian di bumi Tadulako.

Perayaan HUT ke-61 Sulteng tahun ini mengusung semangat kebersamaan dan keberagaman, dihadiri oleh berbagai tokoh agama, pejabat pemerintahan, serta masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan kepercayaan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *